riau24 Warga Rohul Tuntut Ganti Rugi Pembebasan Lahan 351 Tower SUTT | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Warga Rohul Tuntut Ganti Rugi Pembebasan Lahan 351 Tower SUTT

0
Kadistamben Rohul Drs. Yusmar M.Si
Berita Riau -  Warga Rohul Tuntut Ganti Rugi Pembebasan Lahan 351 Tower SUTT

Rohul-Riau24.com - Pengerjaan Gardu Induk (GI) listrik di Desa Rambah Tengah Hilir, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) terkendala pembebasan dan ganti rugi, untuk tapak 351 tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT). Warga setempat menuntut ganti rugi sama dengan untuk tapak tower seluler.

"Karena warga masih beranggapan, bahwa tower listrik sama dengan tower seluler, sehingga mereka minta ganti rugi sama besarnya dengan tower seluler," tegas Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Rohul Drs. Yusmar M.Si, Senin (9/11/2015).

Yusmar menjelaskan untuk mengoperasikan GI listrik di Rambah Tengah Hilir, Rohul, pihak PLN harus memasang 456 tower dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang Kabupaten Kampar. Dari jumlah itu, 351 tower di antaranya akan dipasang di enam kecamatan di Kabupaten Rohul.

Ada 456 tower SUTT yang akan dibangun pihak PLN terdiri 105 tower di Kabupaten Kampar, dan 351 tower di Kabupaten Rohul di enam Kecamatan meliputi di Kecamatan Kabun 90 tower, Tandun 90 tower, Ujung Batu 48 tower, Rambah Samo 43 tower, Rambah 54 tower, dan di Kecamatan Rambah Hilir 6 tower.

Lahan warga yang dibebaskan, untuk satu tapak tower SUTT berukuran 14 meter kali 14 meter. Tetapi, ditahap pembebasan, tidak sedikit warga menuntut ganti rugi lahan di atas ketentuan yang ditentukan oleh Tim Appraisal atau tidak sesuai Nilai Jual Objek Pajak, atau di atas harga tanah setempat.

Yusmar mengakui, SUTT ini untuk anak cucu nanti. Dari itu warga harus ikut membantu. "Terkait harga tanah ada ketetapan dari tim, sehingga diharapkan warga mendukung rencana pemerintah," sebut Yusmar.

Yusmar menyatakan, GI yang dibangun PT PLN di Rambah Tengah Hilir akan diinterkoneksikan dengan jaringan listrik se-Sumatera. Untuk mengoperasikan GI itu, 456 tower SUTT akan dipasang, agar daya listrik 150 mega watt atau 150 kilo volt ampere dari PLTA Koto Panjang dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Tenayan Raya bisa sampai ke GI tersebut.

"Kebutuhan listrik di Rohul sekitar 80 MW hingga 90 MW lagi. Kini baru sekitar 58,50 MW. Jika GI ini sudah dioperasikan, Insya Allah krisis listrik bisa diatasi," terangnya.

Yusmar mengajak, agar warga membantu program pemerintah dalam pemasangan tower SUTT ini. Pasalnya, tower ini juga akan dinikmati untuk kepentingan banyak orang.

R24/awa/ags

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru