riau24 Kejaksaan Agung Sita Puluhan Dokumen dari Kantor DPRD Sumut | Berita Riau
Senin, 18 Desember 2017

Kejaksaan Agung Sita Puluhan Dokumen dari Kantor DPRD Sumut

1
Petugas Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejaksaan Agung menggeledah ruangan Kabag Keuangan DPRD Sumatera Utara di Medan, Senin (9/11). Penggeledahan tersebut untuk mendalami kasus dugaan korupsi dana Bansos yang melibatkan Gubernur non aktif Sumatera
Berita Riau -  Kejaksaan Agung Sita Puluhan Dokumen dari Kantor DPRD Sumut
Jakarta, Riau24.com - Tim penyidik Kejaksaan Agung amankan puluhan dokumen dari penggeledahan ruang Sekretariat DPRD, Kantor Biro Keuangan pada Sekretariat Daerah dan Kantor Badan Kesatuan Bangsa, Politik, dan Lingkungan Masyarakat Pemerintah Daerah, Provinsi Sumatra Utara, kemarin.

Puluhan dokumen yang diamankan tim penyidik Kejagung dan Kejaksaan Negeri Medan itu berkaitan dengan perkara dugaan korupsi dana hibah dan bantuan sosial di Sumut periode 2012-2013.

Menurut Ketua Tim Penyidik Perkara Dana Hibah dan Bantuan Sosial Sumut pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Victor Antonius, dokumen-dokumen yang telah disita akan diteliti bersama penyidik Kejaksaan dan tim dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
"Penyidik sudah dapatkan sejumlah barang bukti berupa surat, dokumen, proposal sampai pada pencairannya (dana hibah dan bansos). Kita akan teliti satu-satu barang itu semua bersama BPK Pusat dan tim gabungan di Sumut," ujar Victor di Kejagung, Jakarta, Selasa (10/11/2015).

Menurut Victor, pengujian akan dilakukan timnya terhadap dokumen-dokumen yang didapat dari penggeledahan kemarin. Pengujian dilakukan untuk mengetahui fiktif atau tidaknya dana bansos dan hibah yang diberikan beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) kepada beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat 2012-2013 lalu.

"Puluhan dokumen yang dibawa itu dibuat oleh pemohon (dana hibah dan bansos) yaitu LSM dan SKPD. Kemudian ada dokumen yang dipertanggungjawabkan oleh pihak pemohon. Nanti kita uji apakah itu semua fiktif atau tidak," ujarnya.

Hingga saat ini Kejagung telah menetapkan dua tersangka pada perkara korupsi dana hibah Sumut periode 2012. Mereka adalah Gubernur nonaktif Sumut Gatot Pujo Nugroho dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Sumut Eddy Sofyan.

Gatot ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap tidak melakukan verifikasi terhadap para penerima dana hibah dan bansos, sedangkan Eddy dianggap turut membantu adanya penerima-penerima dana bansos siluman di Sumut.

"Eddy membantu meloloskan data-data yang sebenarnya belum lengkap, antara lain keterangan-keterangan LSM yang tidak diketahui oleh desa setempat," kata Jampidsus Arminsyah.

Total kerugian negara sementara yang ditemukan penyidik Kejagung atas perbuatan Gatot dan Eddy mencapai angka Rp2,2 miliar. Jumlah tersebut masih dapat bertambah setelah hasil audit dari BPK telah keluar nantinya.

Sejauh ini tercatat ada 17 LSM fiktif yang terbukti menerima dana bansos di Sumut periode 2012-2013. Fakta tersebut ditemukan setelah Tim Penyidik Kejagung melakukan investigasi ke Sumut beberapa pekan lalu.

R24/rno/cnn 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Sabtu, 28 Oktober 2017 09:20 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/3kH5LyG.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru