riau24 Panwascam Tasik Putri Puyu Panggil Mardius Untuk Dimintai Klarifikasi | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Terkait Dugaan Perusakan Poster Paslon Pro Bisa

Panwascam Tasik Putri Puyu Panggil Mardius Untuk Dimintai Klarifikasi

0
Bukti poster Cabup Meranti pasangan nonor urut 1 yang diduga dirobek di Tasik Putri Puyu.
Berita Riau -  Panwascam Tasik Putri Puyu Panggil Mardius Untuk Dimintai Klarifikasi
Meranti-Riau24.com - Terkait dugaan perusakan dua buah poster Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Meranti nomor urut 1, Drs H Irwan MSi-Drs H Said Hasyim, salah seorang terlapor yakni oknum tim sukses Paslon Bermutu nomor urut 2, Mardius hari ini, Rabu (11/11/2015) dilayangkan surat pemanggilan oleh Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Tasik Putri Puyu.
 
Informasi ini dibenarkan Ketua Panwascam Tasik Putri Puyu, Muhammad Yamin kepada Riau24.com melalui sambungan Handphone selulernya, Rabu (11/11/2015). Dijelaskannya bahwa kita dari Panwascam Tasik Putri Puyu pada hari Selasa semalam telah melayangkan surat pemanggilan terhadap terlapor (Mardius,red) dugaan perusakan poster milik Paslon nomor urut 1 yang terjadi beberapa waktu lalu.
 
Pemanggilan ini kita jadwalkan dilakukan pada hari ini (Rabu,red) tepatnya pada jam Dinas seperti biasa. Dimana pemanggilan ini dilakukan atas dasar laporan dari saksi yang melapor kejadian tersebut kepada kita selaku Panwascam sehingga hari ini diperlukan pemanggilan terhadap terlapor untuk dimintai klarifikasi terkait kejadian dugaan perusakan poster itu.
 
Lebih lanjut, Yamin membeberkan, bahwa sejauh ini baru sebatas dugaan saja dan diperlukan keterangan dari sejumlah saksi agar lebih kuat lagi, sebab saat ini saksi yang sudah memberi keterangan kepada kita Panwascam baru berjumlah satu orang yaitu pelapor (Wahab,red), yang seyogyanya minimal kita memerlukan saksi sebanyak dua orang nantinya agar permasalahan ini dapat kita selesaikan pula secara aturan yang berlaku.
 
Oleh sebab itu, atas kejadian ini kita berharap kepada semua pihak baik itu pendukung Paslon nomor urut satu maupun nomor urut dua untuk menjadikan ini sebuah pelajaran dan mengawas diri masing-masing guna menciptakan situasi yang kondusif dalam momentum Pilkada di Kepulauan Meranti tahun ini.
 
"Mari sama-sama menahan diri dan bersifat profesional dalam berpolitik agar dapat sama-sama pula kita mengsukseskan Pilkada Kepulauan Meranti tahun ini sehingga bisa berjalan aman, lancar dan sukses sebagaimana yang diharapkan bersama kedepannya", tandas Yamin.
 
Sementara itu, Mardius saat dimintai tanggapannya oleh Riau24.com melalui sambungan Handphone selulernya, Rabu (11/11/2015) menjelaskan, saat ini saya lagi di perjalanan menuju kantor Panwascam Tasik Putri Puyu untuk memberi keterangan dan klarifikasi terkait hal itu. Mudah-mudahan masalah ini dapat cepat selesai serta kita sama-sama mengetahui yang sebenarnya dari kebenaran kejadian ini nanti, ungkap Mar singkat.
 
Sekedar informasi sebagaimana diberitakan Riau24.com kemarin, bahwa kejadian ini terjadi bermula robeknya dua buah poster Pasangan Calon (Paslon) Bupati Kepulauan Meranti nonor urut 1, Drs H Irwan MSi - Drs H Said Hasyim atau Pro Bisa yang di tempel disalah satu warung milik masyarakat di Desa Mengkopot Kecamatan Tasik Putripuyu. Tindakan yang dianggap menghina Paslon inipun langsung dilaporkan ke Panwaslu setempat.

Dari pengakuan saksi sekaligus pemilik warung, Abdul Wahab warga Desa Mengkopot, Senin (9/11/2015) siang kemarin menuturkan, bahwa tindakan itu diduga dilakukan oleh Mardius pada Minggu (8/11/2015) sekitar pukul 12.30 Wib siang. Saat itu, ceritanya, Mardius mampir ke warungnya untuk mengisi minyak bensin sepeda motor bersama rombongan calon dan tim Paslon Bermutu yang hendak pergi ke arah Desa Selatakar atau Bandul.

Dia (Mardius,red), kata Wahab sempat ngobrol-ngobrol dan mengajak dirinya untuk ikut bergabung dengan tim Paslon Bermutu nomor urut 2. Kemudian, entah bagaimana oknum tersebut langsung merobek poster Paslon Pro Bisa yang ditempel di warung miliknya.

"Setelah mengisi bensin dia pun berkata kalau fotonya sudah Ia robek. Kemudian dia membayar uang bensin dan langsung pergi," ucap Wahab.

Ketika saya bertanya lewat sms kepada Mardius dimana poster yang dirobeknya itu dibuang, lanjut Wahab menjelaskan, dia tidak membalasnya, "lalu saya menelponnya sekitar pukul 16.00 Wib, dia mengatakan kalau poster tersebut dibuangnya ke samping warung," ungkapnya.

R24/awa/ndi 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru