riau24 Nostalgia Pasar Buku, Senen Kisah Tentang Enny Arrow yang 'Menggelinjang'  | Berita Riau
Senin, 18 Desember 2017

Nostalgia Pasar Buku, Senen Kisah Tentang Enny Arrow yang 'Menggelinjang' 

1
Buku-buku Stensil Enny Arrow
Berita Riau -  Nostalgia Pasar Buku, Senen Kisah Tentang Enny Arrow yang 'Menggelinjang' 
Jakarta, Riau24.com - Pasar Buku Senen di Jakarta adalah pusat mencari segala macam buku. Di era 80-90'an, segala macam buku ada di Pasar Buku Senen, termasuk buku tabu yang di masa itu disebut sebagai buku stensilan. 
 
Buku ini, tentang kisah erotis yang dikenal sebagai stensilan Enny Arrow, dan Pasar Buku Senen menyediakannya, tapi tentu secara bawah tangan alias diam-diam. "Enny arrow itu buku panas. Dulu laku banyak yang nyari," kata Hasan (55) penjual buku di Senen saat ditemui detikcom.
 
Hasan sudah berjualan 35 tahun di Senen. Dia masih ingat, para pemburu Enny Arrow mencari setiap edisi terbitan barunya. Di masa itu stensilan tersebut dijual seharga Rp 2 ribu sampai Rp 5 ribu.
 
"Tapi gak tahu yang mana pengarangnya. Itu kayak stensil. Kan dilarang buku itu. Saya jualan ngumpet-ngumpet. Banyak buku yang diterbitkan dari Enny Arrow, paling laku buku itu," tambah Hasan.
 
Hasan memang tak tahu siapa Enny Arrow sebenarnya, yang dia ingat ada beberapa pria yang rutin sebulan sekali mendrop buku tersebut. Hasan tak mengenal banyak dan tak bertanya asal usul pria-pria itu.
 
Soal siapa Enny Arrow, Hasan juga tak tahu, walau beredar cerita di media sosial kalau Enny Arrow seorang perempuan yang lahir di Bogor dan pernah melanglang buana hingga ke Amerika dan Asia. Hasan juga tidak tahu dan tidak pernah mendapat kabar kalau Enny Arrow kabarnya telah meninggal. Dan ada juga yang dia dengar konon katanya, buku Enny Arrow itu disuplai kelompok tertentu untuk tujuan tertentu.
 
Saat itu Hasan tak ambil pusing, yang dia tahu stensilan Enny Arrow banyak dicari orang. Stensilan ini buku ukuran kecil, sebesar dompet ibu-ibu dan tidak tebal. Isi cerita Enny Arrow ini penuh kisah cinta, asmara, dan bumbu erotis yang vulgar.
 
"Soal Enny Arrow, nggak jelas itu bukunya, pengarangnya pun kita nggak tahu aslinya laki-laki atau perempuan. Penerbitnya pun nggak ada, kalau pun ada fiktif. Terputus gitu informasinya. Kalau ada distributor pun ganti-ganti orangnya. Takut semua sama polisi," urai dia.
 
Seiring berjalan waktu, Enny Arrow yang menjadi pundi keuntungan mulai ditinggalkan. Akhir 90'an, VCD beredar. Pelanggan Enny Arrow beralih menonton VCD. Pembeli berkurang, dan Enny Arrow pun lenyap tak disetor lagi oleh distributor.
 
"Saya juga pernah menjual sampai ke Hong Kong. Jadi Enny Arrow laku dijual di sana karena banyak WNI yang cari juga," tutur Hasan mengenang masa lalu.
 
Kini sama sekali tak ada buku semacam itu lagi di toko bukunya. Buku bekas, buku baru, tentang novel dan komik, buku pelajaran, dan lainnya yang dia jual. Hasan terus bergerak melayani pembeli yang datang. Satu mimpinya, era emas pasar buku kembali lagi. 
 
R24/rul/det
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Sabtu, 28 Oktober 2017 09:38 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/e82iK8s.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru