riau24 Kebakaran Lahan di Riau, Ketua LAM ini Sebut Para Imigran yang Sebagai Penyebab | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Kebakaran Lahan di Riau, Ketua LAM ini Sebut Para Imigran yang Sebagai Penyebab

1
Dalam Acara Seminar di Puswil, Ketua LAM Riau Al Azhar
Berita Riau -  Kebakaran Lahan di Riau, Ketua LAM ini Sebut Para Imigran yang Sebagai Penyebab
 
Pekanbaru-Riau24.com- Al Azhar saat menjadi pembicara seminar dan deklarasi Riau Merdeka Asap di aula Puswil Soemas Hs, Selasa (8/9), menyebutkan, terjadi kabut asap melanda daerah tidak lepas dari tekanan populasi di Riau, tapi juga disebabkan pendatang yang membuka lahan.
 
"Perusahaan besar, semisal PT RAPP, tidak mungkin membakar lahan, karena taat pada sejumlah aturan main. Yang patut disanksi atau dikhawatirkan adalah rakyat jelata yang hanya punya lahannya sepetak dan tidak peduli dengan lingkungan," kata Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau ini.
 
Ditambahkan, kabut asap sedang melanda daerah ini tidak terlepas dari tekanan populasi di Riau saat sekarang kian bertambah. Maka, masalah migrasi selama ini terus menjadi persoalan. Namun dalam hal ini, budaya dari orang Melayu bersikap welcome.
 
"Di Riau ini memiliki kebudayaan wellcome terhadap migrasi. Serta ramah terhadap siapa saja. Tetapi imigrasi yang masuk ke Riau dan memanfaatkan lahan itulah pada umum tenaga kerja uneducated (tidak terdidik). Ini terkait kearifan lokal yang diberitahukan kepada mereka, takkan masuk," ujarnya.
 
Selain dari Al Azhar hadir sebagai pembicara lain yakni, Kabid BLH Riau Martin, Kabid BPBD Jim Gafur, dosen UIN Elfiriyadi, Staf Khusus Kementerian LHK Ahmad Isroil. Sementara itu Manager Corporate Communications RAPP, Djarot Handoko dan moderator, Ketua SPS Riau DR Syafriadi SH, MH. R24/dai
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Ncik puan riau
Selasa, 08 September 2015 20:05 wib
Benerkah itu pak?
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru