Rabu, 23 Juli 2014
Balon Gubri ,
Anas Maamun Mengamuk Kepada Wartawan Saat Ingin Diwawancarai
41
R24/Nof
Anas Maamun Mengamuk Kepada Wartawan Saat Ingin Diwawancarai
PEKANBARU, (Riau24) --- Bakal Calon Gubernur Riau, Anas Maamun marah dan hendak ingin memukul wartawan, saat ingin diwawancarai. Kejadian ini terjadi Sabtu malam (30/03/2013) tepatnya dirumah makan pak endut jalan sudirman pekanbaru.

Seperti yang dilansir dari media berita online sebelumnya, R24 mencoba mengkonfirmasi kepada salah satu wartawan yang hendak di pukul ini, yang bernama Nanang yang tidak ingin disebutkan medianya. Dan ia membenarkan kejadian tempo hari tersebut.

"Awalnya, kami menunggu beberapa dengan beberapa wartawan untuk mewawancarai beliau, usai acara saat hendak ingin mendekati, tiba-tiba Anas  mengacungkan tangan dan hendak ingin memukul. Namun kami di dorong oleh ajudan beliau" Ujar Nanang kepada R24, Senin (01/04/2013).

Ditambahkan lagi,Anas yang kini masih menjabat sebagai Bupati Rohil ini,  malah berkelakuan seperti layaknya seorang preman. Tanpa sebab yang jelas Anas nekat ingin memukul serta berkata kotor kepada wartawan yang hendak mewawancarainya. Ironisnya lagi, Perbuatanya ini disaksikan oleh sedikitnya 50 orang tamu undangannya sendiri.
 
Bukan sampai disitu, Nanang kembali menuturkan, bahwa  ajudannya juga turut mengejar wartawan serta meminta kartu pengenal wartawan. Begitu mengetahui wartawan tersebut anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sang ajudan ini mengancam akan memberitahukan kepada orang yang disebutnya bernama Edi RM.

“Kenal Edi RM kan, nanti saya bilang ke Dia”sebut Nanang menirukan ucapan sang Ajudan ini. Atas kejadian ini Nanang dan rekan rekannya berencana. akan melaporkan Anas Makmun ke Organisasi Pers Riau. Menurutnya, perbuatan Anas Makmun sebagai seorang Pejabat sangat tidak pantas dan terkesan arogan.

“Saya akan melaporkan kejadian ini ke Organisasi Pers. Mungkin juga akan membawa kasus ini ke polisi karena pak Anas telah melecehkan profesi saya, dan melakukan perbuatan tidak menyenangkan. Saksinya banyak, saya bilang mau wawancara tidak ada ucapan lain selain kata ingin wawancara tapi malah dihina dan mau dipukul” ujar Nanang lagi.

Diteruskan dalam perbincangan R24 dengan Nanang, ia menambahkan Usai  menghina dan memaki wartawan di depan tamu undangannya sendiri, Anas kemudian masuk ke dalam mobil mewahnya dan berlalu pergi. (Nof)

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Dodi
Selasa, 02 April 2013 00:07 wib
Calon gubernur yang seperti ini harap jangan dipilih.
Hengky FAS
Selasa, 02 April 2013 01:59 wib
ah wartawan nih perlu dikasi training cara dan etika wawancara...
Abduh Khoiri
Selasa, 02 April 2013 02:03 wib
saye saat kejadian juga disitu, sepertinya tak ada kejadian yang aneh tuh, wartwannya sj yang ngotot dan maksakan diri, P AM baru siap makan dgn keluarga masak ngotot nak wawancara pakai nyodorkan koran lagi supaya dibeli P AM sampai P AM hampir kejeduk pintu ruko, yg benar saje...koran mana tuh, kok segitunya...
Siregar
Selasa, 02 April 2013 11:02 wib
maklum ajalah udah tua jadi agak pikun makanya cari pemimpin yang masih muda (sehat jasmani dan rohani)dan yang melindungi rakyatnya bukan malah mengancam.............
Rio
Rabu, 03 April 2013 12:25 wib
biasa itu..jgn ambil open ngah...orng cari sensasi aja tu...maju terus pantang mundur..libas lawan lawanmu...biar an**ng menggonggong kafilahh tetap berlalu..klo perlu lempar pakai batu..biar an**ng itu diam ngah...HIDUP ROHIL
Citra
Rabu, 03 April 2013 18:00 wib
Bersikaplah seperti seorang pemimpin. Makin tua kita makin dewasalah bertindak jangan mengandalkan Kekuasaan tahta dan kekayaan yang dimiliki. Mudah mudahan masyarakat bisa menilai dan mengambil hikmah terhadap kejadian ini. Bertobatlah wahai pemimpin laknat karena harta tahta dan kekuasaanlah yang akan menjerumuskan kamu ke nereka
Tri
Jumat, 05 April 2013 09:19 wib
kalau bgini pemimpin nya.. gimana mw tenang masyarakatnya, pemimpin arogan bagusnya dibuang jauh' dari riau, karna pemimpin yg punya jiwa kasar dan arogan cocoknya berteman dengan preman, etika saja dya tidak bisa urus bagaimana mau mengurus riau nanti!
Milto
Jumat, 05 April 2013 13:26 wib
Alaaaah wartawan... Wartawaaaan, emangnya masyarakat ga tau ulah kalian? Kalau mau bersikap benar janganlah tanggung2, banyak berita yg harus terbit tapi krn sdah negoisasi dengan yg akan diberitakan bisa tak jadi terbit, ingat kawan2 wartawan, tugas media itu mencerdaskan masyarakat, bukan membodohi masyarakat, banyak media yang ada saat ini seperti ada campur tangan pihak luar, jangan hanya cari keuntungan sajalah, untuk saat ini tak ada media massa dan on line yg seberani riau terkini.com, ta
Milto
Jumat, 05 April 2013 13:26 wib
Alaaaah wartawan... Wartawaaaan, emangnya masyarakat ga tau ulah kalian? Kalau mau bersikap benar janganlah tanggung2, banyak berita yg harus terbit tapi krn sdah negoisasi dengan yg akan diberitakan bisa tak jadi terbit, ingat kawan2 wartawan, tugas media itu mencerdaskan masyarakat, bukan membodohi masyarakat, banyak media yang ada saat ini seperti ada campur tangan pihak luar, jangan hanya cari keuntungan sajalah, untuk saat ini tak ada media massa dan on line yg seberani riau terkini.com, ta
Budak Melayu
Jumat, 05 April 2013 23:10 wib
Hai...Milto,emangnya kaga' ada komentar lain ya..! bro?.jangan suka membandingkan sesuatu hal.Emangnya loe bisa lebih bagus dari riau24?,maju terus riau24,jgn pedulikan komen yang tak bermutu spt milto itu....suarakan yang terbaik untuk yang benar
Budak Melayu
Jumat, 05 April 2013 23:19 wib
hai...milto,loe pernah duduk di bangku sekolah kaga'?.kalau pernah belajar,tentunya loe punya etika donk!.jangan menilai sesuatu tanpa ada pembuktian,makanya pantau trus tu berita lanjutannya bro!!!.
Sri Wahyuni
Sabtu, 06 April 2013 22:38 wib
Wahai rakyat riau, perlu diklarifikasi komentar milto thd riau tekini.com yg dianggap pemberani, sy yakin anda keliru n perlu anda ketahui bhw riau terkini.com adalah media ''Corongnya Pemerintah'' dmn pemrintah dianggap bagus semuanya. Bukankah itu antek antek pemerintah??? Sy jg di pemrintahan jd tau bny disana.
Ari capri
Senin, 08 April 2013 09:52 wib
Mantap Pak Anas, Anda berhasil membuat suasana di antara sesama wartawan jadi HOT. Lanjutkan terus Pak Anas, kalo bisa sampai terjadi Perang Dunia lagi dan masyarakat pada sengsasara. Dan akhirnya nanti...Pak Anas bisa jadi Pemimpin di Riau, Dunia bahkan di Neraka...!!!
Ronrom
Jumat, 12 April 2013 15:59 wib
Cek dulu kebenarannya... Seseorang marah pasti ada sebab dan akibat, atau orang yg di marahi intropeksi diri.. Apakah etika sifat dan tingkah laku kita.. Kawan2 pers bekerja lah dengan baik,jaga martabat pers, masih banyak wartawan yg baik dan bagus, tapi banyak juga oknum wartawan yg hanya menyoroti hal2 negatif dan menguras instansi atau yg lain. Contoh, di Riau banyak proyek yg tidak sesuai standar tolong ini di soroti pengerjaan nya. Agar jalan yg di buat pemerintah bisa tahan lama untuk di
Palelu
Rabu, 22 Mei 2013 13:17 wib
Beginilah jadinya kalau komentar yang dibumbui unsur politis. Tidak lagi realistis. Dasar bicara untuk siapa yang diagungkan. Mau fropesor, DR, IR, atawa tukang becak, tukang sapu profesinya, tetap tdk bisa membenarkan yang benar, menyalahkan yang salah. Bagi kaum ini yang benar tdk akan pernah benar, yang buruk akan semakin diperburuk. bgtlah politik.
Alfiz
Minggu, 09 Juni 2013 13:53 wib
hidup rohil ,,, anas makmun
Antan
Senin, 26 Agustus 2013 22:17 wib
hidup pak pak anas..lanjutkan perjuangan mu....aku suka itu....setiap.....ingin maju memang banyak tantangan...namun...hiraukan saj......dan maju trusssssss....
Gadis
Kamis, 24 Oktober 2013 08:50 wib
maju terus pak annas jangan mundur,menjadi seorang pemimpin memang banyak rintangan tapi kami yakin bapak bisa..........
Dewi
Kamis, 24 Oktober 2013 08:59 wib
maju terus.........pantang mundur,apapun yang diberitakan biarkan saja itu orang yang mencari sensasi.ha....ha.....ha....maju terus pak annas jangan mundur
Andrys meranti
Jumat, 22 November 2013 18:57 wib
Saya beri tahkan pd masyarakat umumnya di meranti..pilihlah cagub yg bukan ingin memper kaya diri sendiri.kalo anas ini emang jago nya memper kaya diri
Si bolang
Minggu, 01 Desember 2013 18:26 wib
Yg penting ajalah dibahas, riua mau di bawak kemana, minoritas dipikirkan, tirulah padang, perkembangan menyeluruh, jalan2 semua bagus. Itu aja pung yg perlu
Raja Sonang
Minggu, 01 Desember 2013 18:32 wib
Opung Anas, PR opung yaitu PNS untuk semua lini, jgn lagi buat lamaran PNS, semua melamar abisin duit, toh yg diterimah org2 tertentu, bkn yg bisa tanpa duit, tp berat pung, itu sesuatu yg mustahil PNs bisa untk semua kalau tak ada koneksi dan uang.
Masyarakat Riau
Minggu, 01 Desember 2013 18:35 wib
Kalau da jadi gubri, tolong pak pengurusan IMB, PBB, dan sertifikat Tanah dipermuda pengurusannya
SYAHRIZAL BASRI
Jumat, 20 Desember 2013 13:14 wib
BELUM DILANTIK UDAH BANYAK YANG INGIN MENJATUH KAN P AM,PAK ANNAS ADALAH PILIHAN MASYARAKAT RIAU,MAKANYA JADI WARTAWAN HARUS TAU ETIKA,SITUASI,KONDISI ORNANG YANG MAU DI WAWANCARAI.
Jono
Rabu, 22 Januari 2014 08:16 wib
wartawan yg tak ber etika tu````
Nasya
Kamis, 17 April 2014 20:36 wib
Nyesel gw pilih atuk... Br tau klw kelakuannya kayak preman.
Tasya
Jumat, 18 April 2014 19:42 wib
Makannya Nasya,........... Selamat di cabik-cabik lah Riau Raya nih........
Wak atan
Sabtu, 19 April 2014 14:51 wib
Negara kita negara demokrasi, bebas untuk memilih, trima2 sajalah jadi orang, dah menang atok tu tak usah diganggu lagi
Solohin
Sabtu, 19 April 2014 14:55 wib
Kapan lagi riau dipimpin samo budak melayu asli, ni dipku dah kayak sumbar becakap pake bahaso minang, ini riau melayu, tak akan hilang melayu dibumi ini hidup riau melayu,
Rakyat jelata
Sabtu, 19 April 2014 19:24 wib
Mudah2n sama2 di sadarin deh mana yg salah,,, klau wrtawannya yg salah mudah2n cepet di sadarin N minta ma'af.. Bgt sebaliknya,, lw bapak AM nya yg salah mudah2n cepet disadarkan dan buru2 jga minta ma'af kalau sikapnya gak pantes di tunjukkan di depan umum,,,,, amiiiiin
Rakyat trpiger
Senin, 21 April 2014 18:16 wib
atok2 biaso lh mngmuk...... jgn cri mrah dio... bio lh dio pmpen mcm mne hal nk tlungkup nk tlntang tgung bdan......
Anak rantau
Rabu, 23 April 2014 08:23 wib
Pemimpin ngk ada etika ya,,tu terbukti adanya rekaman suara datuk,,klo emang pertanyaan wartawannya menyinggug datuk,tlng donk bersikap bijaksana,berkata baik,,!!
Allek
Senin, 28 April 2014 14:05 wib
Pemimpin itu harus bijak sopan dan santu jangan seperti preman Panntek
Ikua
Senin, 28 April 2014 14:12 wib
Ini lah gubernur riau yg paling suka , pa tek ( tua tua keladi )
Nama :
Komentar :
     
  • Subscribe

    untuk mendapatkan berita terbaru

Baca

Versi mobile Riau24 disini

m.Riau24.com