Kamis, 24 April 2014
Feris Nofel kasus Narkoba, Saya dijebak
0
R24/Ina
Feris Nofel kasus Narkoba, Saya dijebak

Pekanbaru, (Riau24) --- Feris Novel tak hentinya menangis saat membacakan Dupliknya. Dalam Dupliknya Feris mencurahkan semua isi hati bahwa Feris meminta keringanan hukuman dari tuntutan JPU 4 Tahun Penjara, karena terdakwa mengatakan bahwa terdakwa dijebak. "saya tidak melakukan perbuatan itu saya tidak tahu kalau isi dari kotak rokok tersebut ternyata sabu-sabu, saya dijebak" ujar Feris menangis.

Pengadilan Negeri Pekanbaru kembali menggelar sidang Feris Novel dengan pembacaan Duplik dari terdakwa dan pengacaranya Selasa, (2/4/13) sebelumnya Replik telah di bacakan oleh JPU.

Setelah terdakwa membacakan Dupliknya giliran Pengacara terdakwa membacakan Dupliknya. yakni "memberantas narkoba boleh dengan hukuman yang berat namun harus profesional" ujarnya.

Pengacara terdakwa meminta JPU menegakkan hukuman seadil-adilnya. Setelah mendengar Duplik terdakwa dan pengacaranya Ketua Majelis Hakim Jahuri SH menutup persidangan dan melanjutkan persidangan dengan Vonis tuntutan minggu depan.

Berawal tertangkapnya Feris Nofel (34) dan Adi Indra Jaya pada tanggal (1/8/12) pukul 23.30 dalam kasus dugaan memiliki,menyimpan sabu-sabu.

Dari tangan kedua tersangka pelaku, aparat kepolisian berhasil mengamankan barang bukti satu paket plastik bening yang di duga berisikan sabu-sabu seberat 1/4 Ons. Guna pengembangan serta penyelidikan lebih lanjut, kedua tersangka pelaku berikut barang bukti malam itu juga langsung digiring ke Mapolda Riau.


Berdasarkan informasi serta pengaduan masyarakat tersebut, beberapa anggotapun melakukan penyelidikan dilapangan. Saat itulah kedua target terlihat disekitar lokasi. Setelah dipastikan barang bukti yang ada padanya, anggotapun segera melakukan penangkapan, dan hasilnya barang buktipun ditemukan yakni satu paket plastik bening yang berisikan diduga sabu-sabu seberat 1/4 Ons.(Ina)

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     
riau24_xkfvl_660.jpg
Orang nomor satu di Provinsi Riau Anas Maamun, sebelum menjabat Gubernur Riau dirinya telah membuat suatu program dan berjanji untuk mensejahtrakan rakyat Riau, bahkan APBD Riau 2014 juga ingin dirubahnya karena Gubernur menilai tidak menyentuh rakyat.
riau24_j2mgg_640.jpg
Bangunan kos-kosan 70 Pintu yang terletak di Jalan Puyuh Kelurahan Kampung Melayu Kecamatan Sukajadi, dianggap tidak menaati aturan.
riau24_ptdmv_657.jpg
Tak seperti vagina, anus atau dubur memang tidak dipersiapkan untuk berhubungan seksual. Akibatnya, kebiasaan melakukan seks anal bisa menimbulkan bahaya kesehatan, mulai dari infeksi hingga kanker anus.
riau24_hgbwe_644.jpg
Saat ini ditengah hiruk pikuk pesta demokrasi lima tahunan di Indonesia, penulis mencoba mengamati secara sederhana beragam metode kampanye yang dilakukan dan dapat dilakukan oleh para kontestan pemilu yang akan bertarung memperebutkan hati rakyat
riau24_6eylt_659.jpg
Tepat di hari Senin, tanggal 21 April 2014, bertepatan dengan peringatan hari Bumi, hotel-hotel yang tergabung dalam grup Accor International serentak menghelat kegiatan peduli lingkungan dengan penanaman pohon.
riau24_9hrue_658.jpg
Meski cenderung berkembang lebih lambat dibanding jenis kanker yang lainnya, bukan berarti tidak ada gejala-gejala yang ditunjukkan ketika seseorang mengidap kanker tiroid.
riau24_jlzvy_641.jpg
Entah seperti apa penanganan kabut asap di Riau ini. Setelah sempat menghilang beberapa minggu, kini mulai udara mulai dipenuhi asap, meski masih dengan intensitas rendah.
riau24_q2bc6_642.jpg
Sudah tidak asing lagi bagi kita mendengar kata Angkringan. Tempat nongkrong yang menyediakan makanan dan minuman dikala malam hari ini, menjadi ikon bagi Daerah di Pulau Jawa.
  • Subscribe

    untuk mendapatkan berita terbaru

Baca

Versi mobile Riau24 disini

m.Riau24.com