Rabu, 30 Juli 2014
Penjelasan Antam Mengenai Harga Emas Yang Terus Anjlok
0
foto R24.com
Penjelasan Antam Mengenai Harga Emas Yang Terus Anjlok
JAKARTA--Pada periode Januari-April 2013, harga emas batangan Antam yang dijual oleh Logam Mulia turun Rp 37 ribu/gram. Apa penjelasan Antam soal penurunan ini?

Kepala Unit Bisnis Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (Antam) Tri Hartono mengatakan, hari ini harga emas dunia turun 6% dibanding hari yang sama tahun lalu atau dalam setahun. Saat ini harga emas dunia US$ 1.560/ounce, turun dari periode yang sama tahun lalu US$ 1.660/ounce.

"Di lain pihak, kurs rupiah juga melemah terhadap dolar AS dari sekitar Rp 9.200/US$ setahun yang lalu, menjadi sekitar Rp 9.700/US$ saat ini, atau melemah 5,4%. Jadi laju penurunan harga emas di Indonesia masih tertahan pelemahan rupiah terhadap dolar AS," ujar Tri, Kamis (11/4).

Saat ini investor mengasumsikan perekonomian AS mulai membaik yang ditunjukkan oleh angka-angka pertumbuhan industri dan permintaan barang produksi AS yang meningkat, sehingga para investor kembali menanamkan modalnya di pasar saham AS, melepas sebagian cadangan emas, yang tentunya berdampak negatif terhadap harga emas.

Namun demikian, banyak analis berpendapat sebenarnya fundamental AS masih rapuh, karena masalah mendasar yang menghantui ekonomi AS yaitu utang pemerintah masih belum tertuntaskan, sehingga penguatan pasar saham diprediksi hanya akan berlangsung sementara.

"Harga emas dunia sendiri diprediksi akan terus berfluktuasi setiap kali adanya pengumuman-pengumuman baru dari pemerintah AS dan Gubernur Federal Reserves (bank sentral AS) terkait kebijakan-kebijakan ekonomi yang akan mereka ambil," ungkap Tri.

Selain itu, berita seputar krisis utang di Eropa juga sedikit banyak akan berpengaruh terhadap harga emas dunia. Contoh terakhir adalah krisis di perbankan Siprus yang gagal bayar kepada nasabah mengakibatkan pemerintah Siprus harus menjual cadangan emasnya sekitar 10 ton.

Apabila melihat kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di dalam negeri,maka ke depan ekonomi akan menghadapi ujian yang lebih berat, mengingat tahun 2014 adalah tahun politik di Indonesia, dan perkiraan defisit anggaran yang makin besar seiring kenaikan harga minyak mentah.

Sebelumnya, investor keuangan dan salah satu orang terkaya di dunia yaitu George Soros menyatakan emas tak lagi menjadi alat investasi aman (safe haven), karena harganya yang terus runtuh.

"Emas tidak lagi menjadi investasi aman (safe haven), terbukti dia tidak aman lagi. Ini karena kekecewaan banyak orang yang memegang emas. Namun saat ini banyak bank-bank sentral yang terus membeli emas, jadi saya berharap harga emas tidak terus jatuh. Emas saat ini sangat volatile hari ke hari, tidak lagi investasi jangka panjang," tutur Soros.

(R24/Ar)

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     
  • Subscribe

    untuk mendapatkan berita terbaru

Baca

Versi mobile Riau24 disini

m.Riau24.com