riau24 Parah...........Rusunawa Di Jalan Mekar Sari ini Jorok, Penghuni Dipungut Biaya | Berita Riau
Jumat, 15 Desember 2017

Parah...........Rusunawa Di Jalan Mekar Sari ini Jorok, Penghuni Dipungut Biaya

0
Rusunawa Di Jalan Mekar Sari
Berita Riau -  Parah...........Rusunawa Di Jalan Mekar Sari ini Jorok, Penghuni Dipungut Biaya
Pekanbaru, Riau24.com - Kondisi saat ini Rumah Susun Sederhana Sewa (rusunawa) yang berada di Jalan Mekar Sari atau tepatnya di belakang RS Awal Bross. Terlihat tidak terurus untuk sebagaimana mestinya. Dimana-mana tampak sampah berserakan alias jorok.
 
Padahal diketahui, penghuni dari Rusunawa ini dipungut biaya yang tidak sedikit jumlahnya pada tiap awal bulan atau saat jatuh tempo tanggal disaat menghuni. Kondisi jorok eks Wisma Atlet PON 2012 lalu, tentu dikeluhkanya penghuni. Pasalnya dipungut biaya, namun dijaga kebersihan. 
 
"Setiap bulan, kami dimintai uang listrik yang di luar kewajaran. Jika pemakaian 1.300 watt, dikenakan sebesar Rp400 ribu. Memang itu, tidak ada mengutip daripada uang sewa. Melainkan hanya ada uang listrik saja. Padahal, saya dengar
langsung, kalau uang listrik sudah dibayar," terangnya.
 
Ditambahkan sumber yang minta nama tidak dituliskan ini, berkata, bahwasa dana itu ditangani pihak di Dinas Perumahan Permukiman Cipta Karya (PP dan CK) Provinsi Riau setiap bulanya itu Rp20 juta. Bahkan, ada juga penyewa yang protes uang listriknya ini dimintai sebesar Rp800.000.
 
"Ada juga, penghuni yang datang dua kali seminggu, namun tetap dikenakan ini biaya listrik sebesar Rp300 ribu," ungkapnya. Masalah kebersihan, sambungnya, disaat ini di Rusunawa tidak terurus dan tampak jorok. Bekas sampah dari penghuni dibiarkan di teras depan masuk pintu gerbang.
 
Sampah-sampah itu terkesannya dibiarkan oleh pihaknya pengelola Rusunawa dengan begitu saja, Ini jikalau awal bulan maka pengelola berlomba+lombaan yang menagih uang listrik. Tapi anehnya kwitansi sebagai bukti dari pembayaran ini tidak ada diberi kepada penghuni yang di Rusunawa.
 
"Awal masuk dulu, memang ada kwitansinya. Tapi setelah itu tidak ada lagi. Mereka, hanya sekedar pasang selebaran pengumuman di kantor pengelola. Dan ini siapa saja boleh terima uang," katanya. Penghuni ini juga menambahkan, sebelumnya memang ini diberikan secarik surat perjanjian.
 
Surat perjanjian berisikan nominal tarif sewa dikenakan berdasarkan tingkatkan lantai. Untuk penghuni lantai dua dikenakannya sebesar Rp400 ribu, kemudian lantai tiga Rp350.000, serta dil lantai empat dikenai Rp300.000, di lantai lima Rp275.000. Untuk, di lantai satu tarifnya ini Rp275.000, 
 
"Untuk di lantai satu harganya ini Rp275.000, diperuntukkan untuk orang cacat. Tetapi kenyataan di lapangan tidak ada, penghuninya yang demikian, melainkan oknum pegawai Dinas PP dan CK tinggal di sana. Sementara itu, penghuni dimintai jaminan Rp500.000," ujar penghuni Rusunawa.
 
R24/rul
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru