riau24 Tragedi Paris Renggut Korban dari Berbagai Negara | Berita Riau
Senin, 11 Desember 2017

Tragedi Paris Renggut Korban dari Berbagai Negara

0
Para korban tewas dalam serangkaian serangan di Paris, Perancis pekan lalu, termasuk siswa, guru, jurnalis, arsitek, pengacara, atlet, hingga musisi. (Getty Images/Andrew Renneisen)
Berita Riau -  Tragedi Paris Renggut Korban dari Berbagai Negara
Jakarta, Riau24.com - Serangan di Paris, Perancis oleh kelompok militan ISIS pada Jumat (13/11/2015) waktu setempat tak hanya menjadi duka bagi negeri Eiffel, melainkan seluruh dunia. Pasalnya, 129 korban tewas dan 352 korban luka pada tragedi di enam titik ibu kota itu datang dari beragam belahan bumi.

Para korban termasuk siswa, guru, jurnalis, arsitek, pengacara, atlet, hingga musisi, termasuk Nick Alexander asal Inggris, manajer bagian cendera mata band Eagles of Death Metal yang tengah manggung saat peristiwa itu meletus.

Satu per satu identitas para korban mulai terkuak, seperti sejumlah nama yang dilansir dari CNN berikut ini.

Chile

Menurut Kementerian Luar Negeri Chile, tiga warganya tewas ditembak di gedung konser Bataclan.

Luis Felipe Zschoche Valle, 33, turut berada di sana. Pria yang telah bermukim di Paris selama delapan tahun tersebut adalah vokalis dan gitaris dari band rock Captain Americano. Laman Facebook resmi band itu pun dipenuhi ucapan belasungkawa usai dirinya dikonfirmasi meninggal dunia.

"Dia benar-benar unik dan tidak tergantikan," bunyi salah satunya.

Korban asal Chile lainnya adalah Patricia San Martin Nunez, 61, serta putrinya, Elsa Veronique Delplace, 35, yang merupakan kerabat dari Duta Besar Chile untuk Meksiko, Ricardo Nunez.


Italia

Valeria Solesin, 28, merupakan mahasiswa doktoral jurusan demografi di Universitas Sorbonne. Ia tertarik dengan topik terkait keluarga, anak-anak, serta perbandingan sosiologis antara Perancis dan Italia.

Namun sayang, Solesin turut tewas di Bataclan, menurut penuturan Kemlu Italia. Kantor berita ANSA melaporkan bahwa ia tengah bersama sang kekasih, saudari dan pacarnya yang beruntung dapat diamankan polisi, di pintu masuk gedung saat penembak menyerbu.

Portugal

Tragedi Bataclan selanjutnya menimpa Precilia Correia, 35, pemilik kewarganegaraan ganda Perancis dan Portugal seperti dilaporkan Menteri Luar Negeri Portugal Jose Cesario.

Sementara Manuel Colaco Dias, 63, kehilangan nyawanya dalam pengeboman Stadion Perancis. Perdana Menteri Portugis, Pedro Passos Coelho, menyatakan dukanya lewat surat kepada keluarga pria tersebut.

Spanyol

Juan Alberto Gonzalez Garrido, diberitakan oleh harian El Mundo, telah tinggal di Paris selama dua tahun. Pria 29 tahun asal kota Granada, Spanyol itu baru menikah musim panas lalu. Gonzalez dan sang istri berada di Bataclan saat penembakan. Istrinya berhasil kabur, tetapi ia tidak. Gonzalez merupakan insinyur ahli nuklir dan bekerja di perusahaan listrik negara Perancis, EDF.

Amerika Serikat

Universitas Negeri California (CSU), Long Beach, berkabung atas salah satu mahasiswanya dari jurusan desain, Nohemi Gonzalez. Pihak Universitas menyebut Gonzalez tengah menghabiskan satu semester di Strate College of Design, Paris. Ia berada di sebuah restoran bersama sejumlah kawan ketika diserang. Gonzalez dilarikan ke rumah sakit bersama seorang temannya yang terkena luka tembak, namun ia jiwanya tak tertolong di perjalanan.

Adalah sang kekasih yang kali pertama mengetahui berita penembakan tersebut, kemudian memberitahukannya kepada ibunda Gonzalez, Beatrice. Gonzalez memang telah beberapa pekan kehilangan telepon selulernya, dan terakhir berbincang kepada Beatrice Rabu lalu. Gagal menghubungi Gonzalez via Facebook, sang kekasih kemudian menelepon seorang teman Gonzalez yang juga ada di lokasi kejadian, hingga mendapat kabar pilu itu.

"Dia sangat kuat melewati semua masalah dalam hidup kami. Dia selalu fokus terhadap pendidikan dan tujuannya," Beatrice mengenang putrinya kepada CNN Spanyol.

Gonzalez dan tiga temannya meraih juara kedua dalam sebuah kompetisi tingkat dunia tentang ketahanan pangan tahun ini. Mereka merancang Polli Snak, bungkus kudapan dari tanah dan biji-bijian yang bisa ditanam setelah isinya dimakan.

Perancis

Pengacara asal Perancis, Valentin Ribet, 26, tewas ditembak di Bataclan menurut keterangan firma tempatnya bekerja, Hogan Lovells. Ribet lulus dari London School of Economics tahun 2014, dan kini bekerja di tim litigasi khusus kejahatan kerah putih.

"Dia adalah pengacara berbakat, luar biasa dicintai, dan pribadi yang hebat di kantor," kata Hogan Lovells dalam pernyataannya.

Selain Hogan Lovells, media France 24 turut kehilangan salah satu jurnalisnya, Mathieu Hoche, 37. Ayah satu anak sekaligus pecinta musik cadas itu telah malang melintang di dunia pemberitaan sejak 2006.

Ada pula Lola Salines, anggota tim olahraga roller derby La Boucherie de Paris. Sang ayah, Georges Salines, sebelumnya menulis di akun Twitter pribadinya akan keberadaan Lola di Bataclan.

Penembakan di gedung konser tersebut tak luput menewaskan seorang muslim, arsitek, sekaligus pengajar di sekolah arsitektur Paris-Malaquais, Amine Ibnolmobarak. Mantan profesornya, Jean Attali, menyebut Ibnolmobarak seorang "Muslim intelektual muda klasik" yang "selalu menyebarkan nilai perdamaian dari agamanya". Istri Ibnolmobarak, menurut keterangan di akun Facebook sepupu pria itu, tertembak tiga kali dan kini tengah kritis.

Dari dunia musik, Perancis kehilangan Guillaume Decherf, jurnalis musik di majalah budaya Les Inrockuptibles. Sementara dua staf dari label Universal Music tewas di Bataclan, yakni Thomas Ayad dan Marie Mosser.

Seorang pejalan kaki yang tak diketahui kewarganegaraannya juga terbunuh dalam pengeboman di Stadion Perancis kala pertandingan internasional Perancis melawan Jerman. 

R24/rno/cnn 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru