riau24 Pabrik Biodiesel Kementrian ESDM Senilai Rp12 M akan Dihibahkan ke Pemkab Rohul | Berita Riau
Senin, 11 Desember 2017

Sudah 11 Tahun Mangkrak,

Pabrik Biodiesel Kementrian ESDM Senilai Rp12 M akan Dihibahkan ke Pemkab Rohul

0
Berita Riau -  Pabrik Biodiesel Kementrian ESDM Senilai Rp12 M akan Dihibahkan ke Pemkab Rohul

Rohul, Riau24.com - Pabrik biodiesel dibangun pihak Kementrian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia di Desa Talikumain, Kecamatan Tambusai pada 2007 silam  baru akan diserah terimakan atau dihibahkan ke Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).

Pabrik yang dibangun dengan dana sekira Rp12 miliar itu rencananya untuk pengolahan biodiesel atau biosolar, pencampur bahan bakar solar.

Karena belum ada serahterima dari Kementrian ESDM ke Pemkab Rohul, proyek ini pun terbengkalai. Bahkan, beberapa peralatan, termasuk dinamo starter salah satu generator settingnya hilang dicuri, sebelum ada penjaga bertugas disana.

Sebelum diserahterimakan ke Pemkab Rohul, pihak Kementrian ESDM diwakili Kepala Bidang Penyelenggaraan dan Sarana Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Abdul Haris S.Si, M.Si bersama pegawai dari Badan Litbang Energi dan SDM melakukan inventarisir, Senin (16/11/2015).

Haris menuturkan bahwa pabrik biodiesel di Talikumain ini baru akan diserahterimakan atau dihibahkan ke daerah karena prosesnya cukup lama.

"Ini dalam rangka inventarisir aset negara, sebelum diserahterimakan ke daerah (Pemkab Rohul), kami data dulu," ujar Haris di sela kunjungannya di Pabrik Biodiesel.

Haris mengungkapkan pasca selesai dibangun, pabrik biodiesel pernah diujicoba. Pabrik ini dibangun karena di Kabupaten Rohul banyak pabrik kelapa sawit. Apalagi, saat proyek berjalan, bahan baku biodiesel yakni crude palm oil (CPO) sedang murahnya.

Haris mengakui pihaknya tidak akan melakukan pengadaan ulang untuk beberapa peralatan yang rusak dan hilang. Apa hasil inventarisir akan diserahterimakan ke Pemkab Rohul. Termasuk, untuk lahan pabrik biodiesel yang diduga diserobot oknum warga, diakuinya menjadi tanggungjawab Pemerintah Daerah.

Di tempat sama, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Rohul Drs. Yusmar M.Si mengakui pihaknya siap jika pabrik biodiesel dihibahkan ke daerah. Namun, dinas masih perlu berkoordinasi dengan pihak Perusahaan Daerah (Perusda) Rokan Hulu Jaya.

"Yang penting serah terima sesuai kondisi, sehingga jika dihibahkan dikelola dan oleh Pemerintah Daerah tidak akan ada masalah," jelas Yusmar.

"Syaratnya, sepanjang ini belum dioperasikan, kita perlu bimbingan teknis, sebab memerlukan sumber daya manusia khusus," tambahnya.

Yusmar mengatakan dalam langkah awal jika pabrik dihibahkan, Distamben Rohul akan kerjasama dengan Perusda Rokan Hulu Jaya.

"Ada kemungkinan kalau Perusda yang kelola, dan kita kerjasama dengan investor," terang Yusmar dan mengatakan kalau bisnis biodiesel menguntungkan akan dikaji ulang.

Namun demikian, Yusmar masih sanksi, apakah pabrik biodiesel itu masih digunakan atau tidak. Sebab sejak dibangun pada 2007 silam, pabrik tidak digunakan, baru sebatas ujicoba.

"Yang pasti, kita akan lihat dulu pada proses hibah atau penyerahannya. Sebab kita tak bisa menerima barang bermasalah, baik masalah dengan institusi lain atau masyarakat," tandas Yusmar.

Sementara, perwakilan dari PT Pasadena Engineering Indonesia, Satria, mengakui dari sisi bisnis sekarang ini, bisnis biodiesel masih kurang efektif, pasalnya bahan baku CPO masih lebih mahal ketimbang solar.

Namun, menurut dirinya, tidak menutup kemungkinan di waktu akan datang, bisnis biodiesel akan menguntungkan bagi investor.

"Kami masih mengkaji untung rugi dari bisnis ini," jelas Satria.

R24/awa/ags

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru