riau24 Warga Petapahan Kembali Korban Banjir Luapan Sungai Petapahan | Berita Riau
Kamis, 14 Desember 2017

Warga Petapahan Kembali Korban Banjir Luapan Sungai Petapahan

0
Salah satu rumah yang terendam banjir di Kuansing
Berita Riau -  Warga Petapahan Kembali Korban Banjir Luapan Sungai Petapahan

Kuansing, Riau24.Com - Bila hujan deras semalam suntuk dan meluapnya sungai petapahan, maka warga desa petapahan yang berada di daerah hilir atau dataran rendah, akan menjadi langganan banjir. Meskipun banjir terjadi hanya sekitar dua atau tiga jam dalam semalam, akan tetapi cukup melelahkan bagi warga, karena harus berjibaku membersihkan rumah maupun pekarangan dari lumpur banjir.

Banjir yang terjadi di Desa Petapahan akibat meluapnya sungai batang petapahan, dimana beberapa anak sungai seperti sungai mudik ulo, sungai jake, sungai kari, sungai pebaun dan beberapa anak sungai lainnya mengalir ke sungai petapahan. Karena hanya satu sungai yang langsung menuju ke sungai batang kuantan, menyebabkan rumah warga yang berada di dataran rendah menjadi korban langganan banjir.

Begitulah yang terjadi akibat Hujan deras yang mengguyur sejak senin sore sampai malam harinya pada senin (16/11/2015) kemarin, menyebabkan sungai petapahan Kecamatan Gunung Toar Kabupaten Kuantan Singingi meluap, dan menyebabkan terjadinya banjir bandang. Alhasil, tentu saja yang terkena banjir bandang atau yang menjadi sasaran luapan sungai petapahan tersebut, adalah rumah rumah penduduk yang berada di dataran rendah atau sekitar sungai petapahan. Tidak kurang dari 151 rumah penduduk baik warung maupun kedai terkena banjir.

Menurut Informasi yang dihimpun Air mulai masuk kerumah penduduk sekitar pukul 20.00 WIB dan ratusan rumah terkena banjir, bahkan kedai yang berada di dataran rendah tak luput terkena banjir. Banjir ini terjadi akibat meluapnya air sungai petapahan, akibat hutan sudah mulai gundul dan bahkan tanah menjadi longsor di hulu sungai Petapahan Kecamatan Gunung Toar. Di hulu sungai petapahan tersebut, lebih dari sepuluh sungai-sungai yang mengalir langsung ke arah sungai petapahan, seperti sungai jake, sungai mudik ulo, sungai kari, sungai pebaun serta berbagai anak sungai kecil lainnya.

Dampak dari melupanya sungai petapahan tersebut, menimpa warga masyarakat Desa Petapahan yang tak kurang dari ratusan rumah terkena banjir, bahkan juga kedai atau warung masyarakat. “ Desa petapahan sudah sering menajdi korban banjir bandang, setiap kali datang hujan deras semalam suntuk maka sungai petapahan akan meluap dan menyebabkan banjir, hal ini disebabkan hutan gundul,” Ungkap salah satu warga yang enggan disebut jati dirinya ketika dihubungi.

Banjir bandang yang melanda Desa Petapahan kecamatan Gunung Toar Kuansing ini memang sering kali terjadi, karena yang menjadi korban masyarakat akan menjadi pilu, karena rumah yang terkena banjir setiap kali terjadi banjir bandang dan bahkan sawah serta kolam ikan menjadi korban banjir, sebutnya.

"Tinggi air di dalam rumah yang terkena banjir setinggi lutut orang dewasa atau sekitar 50 centimeter, dan air tergenang diseluruh rumah penduduk terutama di rumah-rumah warga yang terendam banjir,” ujarnya.

Menurutnya, meskipun banjir terjadi hanya sekitar dua jam, yakni dari pukul 20-00 sampai 22.00 malam, akan tetapi membuat masyarakat menjadi panik, harus mengeluarkan barang-barang yang terkena banjir. Sehingga terlihat kesibukan warga, dan setelah surut tenbtu saja kembali melakukan pembersihan rumah yang terkena banjir mulai darei air, lumpur maupun sampah sampah berserakan di lantai dan dinding rumah.

" Sungguh capek, walau banjir hanya sebentar tapi cukup melelahkan," Ujarnya.

Dijelaskannya, rumah yang terkena banjir tersebut memang berada di kawasan dataran rendah, yang setiap kali turun hujan lebat sangat rawan terjadinya banjir.  " Kalau dilihat dari asal datangnya banjir, disebabkan dating dari hulu sungai petapahan yang meluap dan beberapa hutan telah menjadi gundul, dan kalau hanya sekedar hujan deras tidak terjadi banjir seperti ini,” sebutnya.

Banjir yang terjadi di petapahan tadi malam, ternyata mendapat perhatian pemerintah kecamatan, dimana Camat Artha Melia, S.STP bersama kapolsek Kuantan Mudik AKP L. Tarigan dan staff melakukan pemantauan ke lokasi banjir, bersama kades petapahan dan aparat pemerintah desa.

R24/awa/zar
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru