riau24 Putin Sebut ISIS Dibiayai 40 Negara, Termasuk Negara G-20 | Berita Riau
Senin, 11 Desember 2017

Putin Sebut ISIS Dibiayai 40 Negara, Termasuk Negara G-20

1
Presiden Rusia, Vladimir Putin. Alexei Nikolsky/SPUTNIK, Kremlin Pool Photo via AP
Berita Riau -  Putin Sebut ISIS Dibiayai 40 Negara, Termasuk Negara G-20
Antalya, Riau24.com - Presiden Rusia Vladimir Putin mengeluarkan pernyataan mengejutkan sambil menunjukkan data intelijen Rusia tentang pembiayaan Negara ISIS di hadapan negara-negara rekan G-20 nya.

"Berdasarkan data kami tentang pembiayaan ISIS. Uang tersebut, sebagaimana hasil pengamatan kami, berasal dari 40 negara dan, ada beberapa anggota G20 di antara mereka," kata Putin dikutip dari laman RT.com, Senin 16 November 2015.

Putin juga berbicara tentang kebutuhan mendesak untuk pembekuan perdagangan minyak ilegal oleh ISIS. Ia mengatakan telah menunjukkan foto yang diambil dari angkasa dan dari pesawat, yang jelas menunjukkan ISIS menjalankan perdagangan ilegal produk minyak dan minyak bumi dalam skala besar.

"Iring-iringan kendaraan pengisian bahan bakar membentang puluhan kilometer, sehingga dari ketinggian 4.000 hingga 5.000 meter mereka tampak sangat luas di cakrawala," kata Putin menambahkan, membandingkan konvoi tersebut ke sistem gas dan pipa minyak.

Selanjutnya, Putin mengingatkan bahwa ini bukanlah saat yang tepat untuk mencari tahu negara mana yang lebih dan kurang efektif dalam memerangi ISIS. Yang diperlukan menurutnya adalah penyatuan Internasional menghadapai kelompok teroris.

Putin kembali menegaskan kesiapan Rusia untuk mendukung oposisi bersenjata di Suriah dalam upaya melawan ISIS. Ia menolak kritik Barat atas tindakan Rusia di Suriah, di mana negaranya dituduh melaksanakan serangan udara besar-besaran terhadap kelompok oposisi yang menentang pemerintah Suriah saat ini. 

"Beberapa kelompok oposisi bersenjata menganggap mungkin untuk memulai operasi aktif terhadap ISIS dengan dukungan Rusia. Dan kami siap untuk memberikan dukungan dari udara. Jika itu terjadi itu bisa menjadi dasar yang baik untuk pekerjaan berikutnya pada penyelesaian konflik politik dengan pemerintah Rusia."

Namun Putin menyesalkan perubahan sikap Washington dengan Moskow dalam memerangi teroris. "Kami perlu mengatur pekerjaan khusus berkonsentrasi pada pencegahan serangan teroris dan menanggulangi terorisme dalam skala global. Kami menawarkan kerjasama [dengan AS]. Sayangnya, mitra Amerika kami menolak. Mereka hanya mengirim catatan tertulis dan mengatakan: 'kami menolak tawaran Anda'."

R24/rno/tem 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Al Farizi
Jumat, 20 November 2015 12:32 wib
Allah Hu Akbar....mereka di anggap teroris,, tapi mereka para Syuhada Allah...thnks...
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru