riau24 Terdakwa Suap APBD Riau, Menyebut Dirinya Bodoh | Berita Riau
Senin, 11 Desember 2017

Terdakwa Suap APBD Riau, Menyebut Dirinya Bodoh

1
Anggota DPRD Riau periode 2009-2014 Ahmad Kirjauhari dikawal petugas seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Rabu (16/9). KPK menahan Ahmad Kirjauhari terkait kasus suap RAPBD Provinsi Riau Tahun 2014-2015. (Liputan6.com/Helmi Afandi)
Berita Riau -  Terdakwa Suap APBD Riau, Menyebut Dirinya Bodoh
Jakarta, Riau24.com - Terdakwa suap RAPBD-P 2014 dan RAPBD Riau 2015, Ahmad Kirjauhari, menitikkan air mata saat menjalani sidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Riau. Dia menyesal telah menerima uang Rp 900 juta dari Gubernur (nonaktif) Riau Annas Maamun terkait pembahasan RAPBD tersebut.

"Saya minta maaf kepada bangsa dan negara, meminta maaf kepada keluarga saya karena tidak bisa menjaga amanah (sebagai anggota DPRD Riau) ini," kata Ahmad terbata-bata di Pekanbaru, Rabu (18/11/2015).

Anggota DPRD Riau 2009-2014 tersebut juga memperingatkan rekannya yang masih menjadi legislator dan jajaran pemerintah untuk tidak melakukan perbuatan sepertinya.

"Jangan pernah melakukan tindakan seperti ini. Cukuplah saya yang menjadi contoh. Janganlah melakukan tindakan seperti ini, cukuplah saya," ungkap politikus Partai Amanat Nasional ini masih terbata-bata.

Masih banyak yang ingin disampaikan Ahmad Kirjauhari pada akhir pemeriksaannya sebagai terdakwa. Namun, Ketua Majelis Hakim Masrul membatasinya.

"Kalau apa yang saudara sampaikan masuk materi pembelaan atau pledoi, sebaiknya disampaikan nanti saja. Di pledoi, Anda bisa menyusun lebih baik," saran Masrul kepada Kirjauhari.

Mendengar itu, Ahmad Kirjauhari langsung menyudahi pernyataan maafnya. "Intinya saya menyesal Pak Hakim. Saya minta maaf atas perbuatan yang saya lakukan," pungkas Ahmad.

Sebelumnya kepada hakim, Kirjauhari mengatakan, dia pernah ditemui Asisten I Pemprov Riau, Wan Amir Firdaus, dan mengatakan ada titipan uang untuk Johar Firdaus.

"Pak Kir, ada titipan untuk Pak Ketua, nanti diserahkan Suwarno," ucap Kirjauhari menirukan ucapan Wan Amir usai rapat pembahasan APBD-P. 

Selanjutnya, Kirjauhari menyampaikannya kepada Johar Firdaus tentang titipan tersebut. "Waktu saya sampaikan, Johar bilang simpan aja dulu," kata Kirjauhari lagi. 

Belakangan, ada uang Rp 155 juta yang diterima mantan Ketua DPRD Riau, Johar Firdaus. Uang itu diserahkan Kirjauhari melalui mantan anggota DPRD Riau lainnya, Riki Hariansyah.

Awalnya, Riki menyerahkan uang Rp 125 juta. Namun, uang itu ditolak Johar. Penolakan itu bukan karena Johar tak mau menerima suap, melainkan kurang Rp 30 juta.

"Pak Johar minta tambah, kemudian ditambah lagi sehingga menjadi Rp 150 juta. Setelah dihitung, ternyata Johar minta tambah lagi, sehingga ditambah Rp 5 juta lagi," ungkap Riki dalam kesaksiannya di sidang sebelumnya.

Pada kasus ini, Ahmad Kirjauhari didakwa menerima Rp 1,2 miliar terkait pembahasan RPABD-P 2014 dan RAPBD Riau Tahun 2015. Belakangan, Ahmad Kirjauhari membantah menerima uang sejumlah tersebut.

"Saya hanya menerima uang Rp 900 juta. Jumlah itu diserahkan kepada sejumlah anggota dewan saat itu," pungkas Ahmad. 

R24/rno/lip
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Sabtu, 28 Oktober 2017 09:41 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/e82iK8s.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru