riau24 Ketua Fraksi Minta Komisi III Panggil PT.RPE | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

Terkait Sering Padamkan Listrik

Ketua Fraksi Minta Komisi III Panggil PT.RPE

0
Ketua Fraksi Golkar Pelalawan
Berita Riau -  Ketua Fraksi Minta Komisi III Panggil PT.RPE

Pelalawan, Riau24.com - Aksi perawatan turbin oleh Riau Pulp Energy (RPE) milik PT RAPP dijadikan alasan padamkan listrik di Pangkalan Kerinci. Kondisi itu membuat geram Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Pelalawan Baharudin SH hingga minta Komisi III DPRD Pelalawan panggil PT. RPE dihearing di DPRD Pelalawan.

Pernyataan itu diungkapkan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Pelalawan Baharudin, SH kepada media pada Jum'at (20/11/2015) di Pangkalan Kerinci. Menurut Baharudin, terkait informasi perbaikan boiler hampir 3 minggu hingga berdampak pada terjadi pemadaman listrik sampai 3 Desember mendatang, maka pihak PLN dan BUMD agar jangan terima informasi RPE lalu diam saja.

”Kita minta pihak PLN dan BUMD cek ke RPE karena terjadi pemadaman listrik di Pangkalan Kerinci menjadi tanggungjawab pihak PLN dan BUMD pada para pelanggan untuk dicarikan solusinya. Jika terus begini kondisinya lebih baik putuskan conecting arus suplay dari RPE oleh pihak PLN dan BUMD lalu sambungkan saja pendistribusdian arus listrik ke PLTG Langgam Power supaya masyarakat pelanggan listrik di Pangkalan Kerinci tidak terus kecewa akibat ulah RPE tersebut," tutur Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Pelalawan.

Untuk itu sebut Baharudin, pihaknya minta Komisi III DPRD Pelalawan untuk bisa memanggil pihak RPE untuk dihearing di DPRD Pelalawan supaya didengarkan penjelasannya secara gmblang terkait kegiatan perbaikan dan perawatan boiler dilakukan RPE tersebut. Kita tak mendengarkan informasi begitu saja dari pihak RPE. Karena pihak RPE sendiri jangan main-main dengan terkesan setengah hati untuk mendistribusikan arus listrik ke PLN dan BUMD untuk kebutuhan masyarakat yang ada diPangkalan Kerinci," tegasnya.

Ditegaskan Baharudin, kalau informasi perbaikan dan perawatan boiler sudah sering terdengar dari pihak RPE itu sendiri yang menjadi alasan padam listrik pada warga. "Apa betul perbaikan boiler bisa memakan waktu 3 pekan yang dijadikan alasan melakukan pemadaman listrik begitu lama dengan memakan waktu sampai 3 Desember mendatang," kesalnya.

Terkait informasi itu, Ketua Fraksi Gerindra Plus DPRD Pelalawan Faisal SE, MSi mendesak pihak PLN supaya turun tangan untuk bertindak terkait kondisi pemadaman listrik begitu lama dilakukan RPE tersebut.

”Kita minta PLN dan BUMD agar jangan pasrah dengan kondisi pendistribusian arus listrik sebesar 10 MW lebih besar dari BUMD Tuah Sekata yang hanya 4,5 MW saja dilakukan RPE dari Pabrik PT.RAPP. PLN dan BUMD Pelalawan harus cek kebenarannya perbaikan boiler begitu lama tanpa ada jadwal pemadaman listrik pada masyarakat. Kita sudah banyak terima laporan dari masyarakat yang telah resah akibat kondisi listrik sering mati di Pangkalan Kerinci," ungkapnya.

Untuk itu ungkap Faisal, pihaknya minta PLN dengan BUMD Tuah sekata Pelalawan harus cepat tanggap dengan masalah listrik sering mati karena kecewakan para pelanggan yang ada di Pangkalan Kerinci. “Kalau perlu putuskan arus dari RAPP dan koneksi arus listrik ke Langgam Power yang kondisi dayanya kini memadai arus listriknya. Karena begini terus banyak masyarakjat kecewa karena mati listrik karena begitu banyaknya kubutuhan masyarakat terganggu akibat sering mati listrik," tegas Faisal.

R24/awa/shi

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru