riau24 Ini Alasan Kasus Setya Novanto Baru Dibeberkan Sekarang | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Ini Alasan Kasus Setya Novanto Baru Dibeberkan Sekarang

1
Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR Junimart Girsang (kiri) menerima kedatangan Staf khusus Menteri ESDM Said Didu (kanan) sebelum menyerahkan bukti rekaman percakapan di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 18 Novemb
Berita Riau -  Ini Alasan Kasus Setya Novanto Baru Dibeberkan Sekarang
Jakarta, Riau24.com - Kasus pencatut nama presiden oleh Ketua DPR Setya Novanto telah terjadi pada Juni lalu. Namun Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said baru mengungkapkannya pada November ini. 

Staf Khusus Menteri ESDM Said Didu menyatakan alasan baru diungkapnya kasus Setya Novanto adalah karena strategi. "Apa strateginya enggak mungkinlah kami buka. Bukan mereka saja yang punya strategi, kami juga punya. Enggak mungkin kami buka, nanti ketahuan," kata Said, Jumat, 10 November 2015, di kantor Kementerian ESDM, Jakarta.

Menurut Said Didu, pengungkapan kasus pencatutan nama presiden oleh Setya Novanto dilakukan bukan untuk menyasar orang atau lembaga. Pengungkapan ini dilakukan  karena lima hal. "Pertama, kami ingin mengembalikan kepercayaan orang-orang Kementerian ESDM," kata dia.

Dia menyebut, pada akhir kabinet lalu, kepercayaan orang Kementerian ESDM agak luntur karena masalah bertubi-tubi. Mulai dari mantan menteri masuk penjara, Sekjen Kementerian masuk penjara, begitu juga Kepala SKK Migas masuk pernjara. "Jadi seakan-akan ini adalah sarangnya orang-orang enggak bener." 

Alasan kedua, Said Didu berujar, adalah ada kesan Kementerian ESDM menjadi  tempat mafia bergerak, mulai dari mafia minyak, mafia gas, dan mafia tambang. "Ini yang mau dibersihkan." 

 Ketiga, Kementerian ESDM juga ingin agar calo-calo kebijakan di luar Kementerian ESDM berhenti. Alasan keempat, adalah Kementerian ESDM berharap agar tidak ada lagi individu di luar Kementerian ESDM yang mengatasnamakan posisinya menjadi calo. "Kelima, kami harap perusahaan atau lembaga yang berhubungan dengan Kementerian ESDM tidak lagi memakai jalur calo," katanya. 

Kelima alasan itu menurut Said Didu yang membuat Kementerian ESDM mengungkap kasus Petral dan pencatuta nama presiden dalam permintaan jatah saham Freeport. Sebenarnya banyak orang yang melapor dipanggil para calo kebijakan saat berurusan dengan Kementerian ESDM. "Banyak yang melapor, saya dipanggil ini, saya dipanggil itu." 

Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan mengatakan langkah yang dilakukan Sudirman Said aneh dan tanpa berkoordinasi Presiden. Namun, Said Didu meyakini langkah Sudirman sudah berkoordinasi dengan Presiden Jokowi. 

Said mengaku  tahu persis karakter Sudirman sebagai orang yang sangat teliti dan hati-hati. "Selain itu dan loyalitasnya tunggal vertikal ke atas. Jadi hanya presiden dan wakil presiden, tidak ada loyalitas samping kiri kanan, depan belakang." 

R24/rno/tem 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Supeno husien
Sabtu, 21 November 2015 12:15 wib
Yang jelas kong kalingkong antara pejabat Negara dan para pengusaha sulit di hindari, karena sudah terungkap ke khalayak ramai, SN kena apes nya. Seandai nya tidak terungkap semua berpesta pora diatas penderitaan rakyat nya.
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru