riau24 Menteri Retno Marsudi Bantah Cina Mengklaim Kepulauan Natuna | Berita Riau
Senin, 18 Desember 2017

Menteri Retno Marsudi Bantah Cina Mengklaim Kepulauan Natuna

2
Perairan Pulau Natuna. Dok TEMPO/ Hendrata Yudha
Berita Riau -  Menteri Retno Marsudi Bantah Cina Mengklaim Kepulauan Natuna
Kuala Lumpur, Riau24.com - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan tidak pernah ada pihak lain yang mengklaim memiliki Kepulauan Natuna. Bahkan Cina, kata dia, sudah dengan jelas menyatakan kepulauan tersebut milik Indonesia. "Beberapa waktu lalu, ada berita soal klaim Natuna. Itu sama sekali tidak benar," kata Retno dalam keterangannya kepada media massa di Kuala Lumpur, Jumat, 20 November 2015.

Kepemilikan Indonesia atas Kepulauan Natuna, ucap dia, sudah didaftarkan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa dan tidak pernah ada keberatan dari pihak mana pun, termasuk Cina.

Sebagai bukti terakhir, Retno mengutip pernyataan juru bicara Menteri Luar Negeri Cina yang dengan jelas menyebutkan soal kepemilikan Kepulauan Natuna oleh Indonesia. "Ini adalah wilayah Indonesia. Titik!" ujarnya dengan tegas.

Menurut dia, penentuan delimitasi, termasuk zona ekonomi eksklusif dan batas kontinental, ditarik dari garis-garis tersebut, karena yang disengketakan beberapa negara adalah masalah fitur berupa pulau, atol, bebatuan, dan sebagainya. "Dalam hal ini, Indonesia tidak punya tumpang-tindih klaim dengan negara mana pun," tuturnya.

Di Natuna, Indonesia mempunyai tumpang-tindih batas kontinental dengan Malaysia. Namun masalah tersebut sudah diselesaikan dan dicatatkan ke PBB. Sedangkan soal tumpang-tindih kawasan ZEE dengan Malaysia di barat dan Vietnam di utara saat ini masih dinegosiasikan.

Indonesia dan Malaysia sudah menunjuk utusan khusus untuk mempercepat proses negosiasi. Sedangkan dengan Vietnam, negosiasi yang sudah lama berhenti telah dihidupkan kembali dan akhir 2015 akan ada pertemuan lagi.

Indonesia, kata Retno, mengajak semua pihak tidak melakukan aktivitas yang dapat memantik ketegangan di kawasan. Senada dengan Retno, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan Indonesia mengedepankan dialog dalam mengatasi masalah tersebut. "Soal nine-dash line, kami sepakat bahwa dalam kebebasan pelayaran, code of conductmengemuka. Namun kita ingin mengedepankan dialog untuk mengatasi masalah itu," ucapnya.

Indonesia, ujar Luhut, telah merencanakan kerja sama eksplorasi di ladang potensial energi di Natuna. Namun rencana itu ditunda karena harga gas turun.

R24/rno/tem 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Rabu, 13 Desember 2017 11:45 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA & ANJING ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/Ms1ZMuu.jpg
HaroDeby
Senin, 25 September 2017 11:07 wib
Cialis E Effetti Collaterali Levitra Generika Schweiz cialis Buy Orlistat Online Uk Cialis Wirkungseintritt Prednisone Over Counter
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru