riau24 Heboh Pencatut Nama Jokowi, 'Jangan Terkecoh, Kenapa? | Berita Riau
Senin, 11 Desember 2017

Heboh Pencatut Nama Jokowi, 'Jangan Terkecoh, Kenapa?

1
Adi Massardi. dok TEMPO/Adri Irianto
Berita Riau -  Heboh Pencatut Nama Jokowi, 'Jangan Terkecoh, Kenapa?

Jakarta, Riau24.com - Koordinator Gerakan Indonesia Bersih Adhie Massardi mengatakan masyarakat harus jeli melihat kasus pencatutan nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengenai PT. Freeport Indonesia. Ketua DPR Setya Novanto diduga sebagai pencatut nama dan ia kini menjadi kambing hitam karena dianggap mencemarkan nama baik Jokowi dan Jusuf Kalla.

“Kalau saya melihat, Sudirman yang salah. Saya melihat di balik itu ada pengaruh pihak asing yang melakukan apa saja untuk memperbesar sepak terjangnya termasuk melobi pejabat-pejabat pemerintah, diberi saham agar lobi berhasil. Bila tidak berhasil bisa juga dengan mengacaukan tatanan politik di Indonesia,” kata Adhie dalam diskusi Sudirman Said VS Setya Novanto, Siapa yang Salah? di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu, 22 November 2015.

Adhie meminta masyarakat jangan terkecoh dengan isu pencatutan nama Jokowi  yang hanya tampak di permukaan. Adhie justru melihat ada motif lain dibalik laporan Sudirman Said ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Terlebih, Presiden Direktur  PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin adalah seorang mantan Wakil Ketua Badan Intelijen Negara (BIN). Adhie meyakini ada konflik kepentingan ketika Maroef sebagai bos Freeport.

“Yang menjadi menarik adalah Presiden Direktur Freeport Indonesia , Maroef Sjamsoeddin Jenderal bintang satu adalah bekas Wakil kepala BIN. Di sinilah saya lihat konflik of interest antara Maroef dengan posisinya sekarang. Karena sebagai orang BIN, orang intelijen tugasnya adalah mengawasi sepak terjang perusahaan asing. Dan sekarang ia menjadi bagian dari mereka. Ia pasti akan semaksimal mungkin untuk Freeport,” ujar Adhie Massardi.

Adhie meyakini transkrip wawancara yang menyebut nama Setya Novanto tak lepas dari peran Maroef. Terlebih seorang anggota intelijen meskipun sudah pensiun, ia tetap kontrak mati menjadi bagian dari intelijen. “Yang perlu dilakukan sekarang biarlah proses MKD tetap berlanjut tapi bagi saya perlu memanggil Maroef untuk dimintai keterangan,” ujar Adhie.

Polemik soal permintaan saham Freeport bergulir  terlebih ketika pada Senin 16 November 2015 lalu Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia Sudirman Said melaporkan Ketua DPR Setya Novanto ke MKD. Dengan membawa bukti berupa transkrip dan rekan percakapan, Sudirman menuding politikus Golkar itu melobi bos Freeport Maroef  untuk meloloskan kontrak perpanjangan Freeport dengan imbalan saham sebesar 20 persen yang katanya akan diberikan kepada Presiden Jokowi sebesar 11 persen dan Jusuf Kalla 20 persen.

Tak hanya itu, Setya Novanto  juga meminta saham sebesar 49 persen untuk proyek pembangunan pembangkit tenaga listrik Freeport di Urumuka Papua dengan Freeport memegang 51 saham sekaligus off takernya.

Menanggapi hal ini di satu sisi banyak pihak yang menuding Setya Novanto harus segera mundur dari kursi kepemimpinan DPR. Namun di sisi lain justru banyak kalangan yang meragukan laporan Sudirman Said dan menilai bahwa kegaduhan akibat laporan Menteri ESDM ke MKD hanya sebuah pengalihan isu, karena saat ini substansi dari PT Freeport Indonesia adalah mengenai kewajiban divestasi saham ke pemerintah. Namun dengan adanya laporan Menteri Sudirman membuat masalah yang sebenarnya itu tertutup.

R24/rno/tem 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Minggu, 15 Oktober 2017 06:42 wib
LIVE BULL DI CF88 AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !!
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru