riau24 Malaysia, Indonesia Bentuk Dewan Penghasil Sawit | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Malaysia, Indonesia Bentuk Dewan Penghasil Sawit

0
Dewan Kelapa Sawit akan pastikan peningkatan produksi dan pelestarian hutan guna mencegah kebakaran hutan. (Antara/Regina Safri)
Berita Riau -  Malaysia, Indonesia Bentuk Dewan Penghasil Sawit
Jakarta, Riau24.com - Indonesia dan Malaysia resmi mendirikan Dewan Negara-Negara Penghasil Minyak Sawit yang sebelumnya dicanangkan oleh kedua negara. 

Keterangan tertulis resmi menyebutkan, lembaga ini resmi terbentuk setelah penandatangangan Council of Palm Oil Producin Countries, CPOPC, oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli dan Menteri Industri Perkebunan dan Komoditas Malaysia Datuk Amar Douglas Uggah Embas pada Sabtu (21/11/2015) di Kuala Lumpur. 

“Hari ini kami melahirkan organisasi internasional yang bertujuan meningkatkan daya saing di industri strategis ini, sekaligus meningkatkan praktik kelestarian alam, dan yang paling penting, untuk benar-benar mengangkat kesejahteraan petani sawit kecil,” kata Rizal. 

CPOP didirikan untuk mendorong, mengembangkan dan meningkatkan kerja sama industri minyak sawit negara anggotanya guna memastikan industri minyak sawit berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. 
Saat ini, sekitar empat juta rumah tangga di Indonesia dan 500 ribu di Malaysia tergantung pada industri kelapa sawit. 

CPOPC juga terbuka untuk negara penghasil kelapa sawit lain seperti Brazil, Kolombia, Thailand, Ghana, Liberia, Nigeria, Papua Nugini, Filipina dan Uganda. 

Indonesia adalah penghasil kepala sawit terbesar di dunia dengan 31,1 juta ton per tahun sementara Malaysia berada di urutan kedua dengan produksi 19,2 juta ton per tahun. 

Lembaga baru ini diharapkan mampu mendorong kerja sama dan investasi dalam membangun zona industri kelapa sawit berkelanjutan dan ramah lingungan. 

“CPOPC adalah bagian dari upaya jangka panjang mengurangi risiko kerusakan lingkungan seperti kebakaran hutan, asap dan deforestrasi,” kata Rizal. 

Selain mendirikan CPOPC, kedua menteri ini juga mendeklarasikan “Proposed Global Framework of Principles for Sustainable Pam Oil” atau disebut juga “e POP”. 

R24/rno/cnn
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru