riau24 428 WNI Dikabarkan Bergabung dengan ISIS, Ini Upaya Kemenlu | Berita Riau
Senin, 11 Desember 2017

428 WNI Dikabarkan Bergabung dengan ISIS, Ini Upaya Kemenlu

0
Infografis "Menuju Wilayah ISIS". (Ilustrasi: Imam Yunni)
Berita Riau -  428 WNI Dikabarkan Bergabung dengan ISIS, Ini Upaya Kemenlu
Jakarta, Riau24.com - Kementerian Luar Negeri tengah menyelidiki warga negara Indonesia (WNI) yang bergabung dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Penelurusan Kementerian Luar Negeri bakal digunakan untuk menindaklanjuti proses hukum. Mereka akan menjalani proses hukum di negara bersangkutan, hukum di Indonesia, atau hukum internasional.

"Data jumlah WNI yang bergabung dengan ISIS tak sama. Ada yang menyebutkan 428 orang," ujar Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman Mohammad Fachir saat membuka acara International Conference of Islamic Scholars (ICIS) di Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, Senin, 23 November 2015. Verifikasi data penting, kata dia, agar informasi tak simpang-siur.

Penanganan WNI yang terlibat ISIS juga bakal melibatkan sejumlah negara. Terutama negara sahabat yang berusaha bersama-sama memerangi radikalisme dan terorisme yang mengatasnamakan agama. “Termasuk bekerja sama dengan ulama Suriah. Kami minta beliau untuk tolong anak-anak kita di sana. Memberikan pencerahan karena terpengaruh nilai ekstremisme,” katanya.

Fachir khawatir mereka akan kembali membawa bibit radikalisme di Indonesia. Seperti bekas kombatan Afganistan yang melakukan teror di Indonesia. Untuk itu, ia berharap konferensi sufi dan cendikiawan ini menghasilkan serta merumuskan usaha menangkal radikalisme.

Konferensi dihadiri 65 tokoh agama dari 34 Negara. Serta 500 ulama dan cendekiawan muslim seluruh Nusantara. Sekretaris Jenderal ICIS Kiai Haji Achmad Hasyim Muzadi menilai pendidikan menjadi salah satu upaya menangkal radikalisme. Seperti yang dilakukan UIN Malang dengan menggabungkan konsep pesantren dengan pendidikan modern. "Mahasiswa 23 negara belajar di UIN Malang," ujarnya. 

Pendidikan yang menjunjung toleransi, ujar dia, akan menghasilkan anak soleh, bukan teroris. Jika pemerintah mendukung, Hasyim yakin universitas di dalam negeri bisa menyalip universitas internasional. Hasyim mencontohkan Mesir yang punya universitas terkenal, seperti Al-Azhar, tapi di sana ada kekacauan atas nama agama. 

R24/rno/tem
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru