riau24 Akhirnya Warga Tutup Jalan, Pt Pas Rekrut Karyawan Dari Luar | Berita Riau
Kamis, 14 Desember 2017

Akhirnya Warga Tutup Jalan, Pt Pas Rekrut Karyawan Dari Luar

0
Warga Desa Pematang Jaya menutup akses jalan menuju PKS PT SAS
Berita Riau -  Akhirnya Warga Tutup Jalan, Pt Pas Rekrut Karyawan Dari Luar

Inhu, Riau24.com - Seratusan orang warga Desa Pematang Jaya, Kecamatan Rengat Barat, menutup jalan menuju Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT Persada Agro Sawita (PAS). Massa meminta agar pihak PT PAS transfaran dalam penerimaan tenaga kerja di perusahaan tersebut. 

Aksi menutup jalan menuju PKS PT PAS dilakukan, Senin (23/11/2015) sore tadi. Warga tidak puas karena pihak PT PAS tidak berkenan diajak musyawarah di Balai Desa Pematang Jaya, untuk membahas tentang penerimaan tenaga kerja.

Ketua Karang Taruna Desa Pematang Jaya, Dedi Purnomo dikonfirmasi mengatakan, penutupan jalan dilakukan warga karena pihak PT PAS dianggap tidak menepati janji terkait perekrutan tenaga kerja lokal. 

Dikatakannya, pihak PT PAS berjanji akan merekrut tenaga kerja lokal, jatah untuk Desa Pematang Jaya sebanyak 48 orang, namun ada beberapa tenaga kerja luar yang diterima dan telah masuk dalam tahap wawancara kerja.

"Kami kecewa, warga desa kami saja sudah hampir 170 orang yang memasukkan lamaran, tiba - tiba ada orang luar yang diterima dan sudah mendapat panggilan wawancara kerja. Inilah yang memicu kemarahan warga sehingga menutup jalan menuju PKS tersebut," ungkap Dedi.

Penutupan jalan ini, sambung Dedi akan terus dilakukan sampai pihak PT PAS kembali menepati janjinya memberlakukan tenaga kerja lokal dalam penerimaan tenaga kerja. "Kalau pihak PT PAS menepati janjinya, portal ini kami buka kembali, tapi jika tetap menerima tenaga kerja luar kami tetap bertahan di sini menutup jalan," ucapnya.

Sementara itu, Manejer PT PAS Junaidi Siregar usai menemui kehadiran warga yang menyerbu barak PT PAS menjelaskan, bahwa masalah tuntutan warga hanya kesalahan informasi. Pihaknya belum menentukan penerimaan tenaga kerja.

"Ini hanya baru tahap tes wawancara, tapi warga menganggap pelamar yang dipanggil untuk ikut tes itu sudah diterima, padahal belum tentu, kan masih tes," sebutnya.

Junaidi Siregar juga mengaku sangat memahami keinginan warga agar tenaga kerja lokal lebih diutamakan diterima menjadi karyawan, namun dia mengungkapkan bahwa pihaknya mendapat tekanan dari beberapa oknum kepala desa yang menitipkan beberapa tenaga kerja sehingga pihaknya menjadi serba salah.

"Saya ngomong ada titipan kepala desa karena saya punya bukti, jadi kami serba salah dalam masalah ini. Namun demikian, tuntutan warga ini akan saya sampaikan kepada direksi dan kami akan melakukan kembali negoisasi dengan warga," ujarnya.

R24/awa/ton 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru