riau24 Isu Kedatangan Petronas dan Shell ke Pekanbaru | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

Isu Kedatangan Petronas dan Shell ke Pekanbaru

0
Berita Riau -  Isu Kedatangan Petronas dan Shell ke Pekanbaru
Pekanbaru, Riau24.com - Bagi seluruh rakyat Indonesia, nama  Pertamina bukanlah hal asing lagi. Dari sabang sampai merauke semuanya tahu bahwa PT pertamina (Persero) adalah perusahaan Negara yang mengurusi Sumber daya Migas Indonesia. Keberlangsungan energi kita tidak terlepas dari peranan pertamina sebagai salah satu pihak yang terlibat langsung dalam pendayagunaan energi di Indonesia.
 
Kalau Indonesia punya Pertamina, tetangga kita Malaysia juga punya perusahaan yang sama yaitu Petronas. Malaysia memberikan kepercayaan penuh dan hak istimewa kepada petronas untuk mengelola Migasnya. Uniknya, Petronas yang lahir belakangan dan lebih muda dari Pertamina ternyata menduduki peringkat 18 (tahun 2006), 17 (tahun 2007) dari PIW (petroleum intelligent weekly,2007) berdasarkan PIW index sedangkan Indonesia hanya mampu mencapai peringkat 30 (tahun 2006 dan 2007).
 
Seiring dicabutnya subsidi premium, membuat harganya bersaing dengan bahan bakar dari perusahaan minyak luar negeri. Shell dan Petronas kembali tertarik membuka cabangnya ke sejumlah kota besar, termasuk Pekanbaru.
 
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Pekanbaru, Mas Irba H Sulaiman kepada saat ditemui dikantornya. "Kalau pembicaraan itu ada, mereka juga sudah ada datang ke sini tanya-tanya untuk membuka ke sini,"katanya.
 
Namun Shell dan Petronas tak kunjung membuka cabang karena masih mengurus ke dirjen Migas. Irba mengatakan bahwa mereka terkendala dalam mengurus apakah dibolehkan buka cabang  ke Pekanbaru. Irba juga tidak bisa memastikan apakah kedua perusahaan tersebut jadi berinvestasi ke Pekanbaru.
 
Seperti diketahui, saat ini harga Premium masih Rp 7.300 per liter sedangkan Pertalite berkisar Rp 8.700 per liter. 
 
"Dan harga premium dari Shell dan Pertalite tidak berbeda jauh dari harga yang ditawarkan Pertamina. Selain itu, berminatnya investor dibidang SPBU menguntungkan Pekanbaru dan menambah lapangan kerja baru, kehadiran mereka juga bisa menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena tiap SPBU harus mengurus izin timbun dan HO. Jadi mendatangkan PAD,"jelasnya.
R24/mla
Bagi seluruh rakyat Indonesia, nama  Pertamina bukanlah hal asing lagi. Dari sabang sampai merauke semuanya tahu bahwa PT pertamina (Persero) adalah perusahaan Negara yang mengurusi Sumber daya Migas Indonesia. Keberlangsungan energi kita tidak terlepas dari peranan pertamina sebagai salah satu pihak yang terlibat langsung dalam pendayagunaan energi di Indonesia.
 
Kalau Indonesia punya Pertamina, tetangga kita Malaysia juga punya perusahaan yang sama yaitu Petronas. Malaysia memberikan kepercayaan penuh dan hak istimewa kepada petronas untuk mengelola Migasnya. Uniknya, Petronas yang lahir belakangan dan lebih muda dari Pertamina ternyata menduduki peringkat 18 (tahun 2006), 17 (tahun 2007) dari PIW (petroleum intelligent weekly,2007) berdasarkan PIW index sedangkan Indonesia hanya mampu mencapai peringkat 30 (tahun 2006 dan 2007).
 
Seiring dicabutnya subsidi premium, membuat harganya bersaing dengan bahan bakar dari perusahaan minyak luar negeri. Shell dan Petronas kembali tertarik membuka cabangnya ke sejumlah kota besar, termasuk Pekanbaru.
 
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Pekanbaru, Mas Irba H Sulaiman kepada saat ditemui dikantornya. "Kalau pembicaraan itu ada, mereka juga sudah ada datang ke sini tanya-tanya untuk membuka ke sini,"katanya.
 
Namun Shell dan Petronas tak kunjung membuka cabang karena masih mengurus ke dirjen Migas. Irba mengatakan bahwa mereka terkendala dalam mengurus apakah dibolehkan buka cabang  ke Pekanbaru. Irba juga tidak bisa memastikan apakah kedua perusahaan tersebut jadi berinvestasi ke Pekanbaru.
 
Seperti diketahui, saat ini harga Premium masih Rp 7.300 per liter sedangkan Pertalite berkisar Rp 8.700 per liter. 
 
"Dan harga premium dari Shell dan Pertalite tidak berbeda jauh dari harga yang ditawarkan Pertamina. Selain itu, berminatnya investor dibidang SPBU menguntungkan Pekanbaru dan menambah lapangan kerja baru, kehadiran mereka juga bisa menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena tiap SPBU harus mengurus izin timbun dan HO. Jadi mendatangkan PAD,"jelasnya.
R24/mla
Bagi seluruh rakyat Indonesia, nama  Pertamina bukanlah hal asing lagi. Dari sabang sampai merauke semuanya tahu bahwa PT pertamina (Persero) adalah perusahaan Negara yang mengurusi Sumber daya Migas Indonesia. Keberlangsungan energi kita tidak terlepas dari peranan pertamina sebagai salah satu pihak yang terlibat langsung dalam pendayagunaan energi di Indonesia.
 
Kalau Indonesia punya Pertamina, tetangga kita Malaysia juga punya perusahaan yang sama yaitu Petronas. Malaysia memberikan kepercayaan penuh dan hak istimewa kepada petronas untuk mengelola Migasnya. Uniknya, Petronas yang lahir belakangan dan lebih muda dari Pertamina ternyata menduduki peringkat 18 (tahun 2006), 17 (tahun 2007) dari PIW (petroleum intelligent weekly,2007) berdasarkan PIW index sedangkan Indonesia hanya mampu mencapai peringkat 30 (tahun 2006 dan 2007).
 
Seiring dicabutnya subsidi premium, membuat harganya bersaing dengan bahan bakar dari perusahaan minyak luar negeri. Shell dan Petronas kembali tertarik membuka cabangnya ke sejumlah kota besar, termasuk Pekanbaru.
 
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Pekanbaru, Mas Irba H Sulaiman kepada saat ditemui dikantornya. "Kalau pembicaraan itu ada, mereka juga sudah ada datang ke sini tanya-tanya untuk membuka ke sini,"katanya.
 
Namun Shell dan Petronas tak kunjung membuka cabang karena masih mengurus ke dirjen Migas. Irba mengatakan bahwa mereka terkendala dalam mengurus apakah dibolehkan buka cabang  ke Pekanbaru. Irba juga tidak bisa memastikan apakah kedua perusahaan tersebut jadi berinvestasi ke Pekanbaru.
 
Seperti diketahui, saat ini harga Premium masih Rp 7.300 per liter sedangkan Pertalite berkisar Rp 8.700 per liter. 
 
"Dan harga premium dari Shell dan Pertalite tidak berbeda jauh dari harga yang ditawarkan Pertamina. Selain itu, berminatnya investor dibidang SPBU menguntungkan Pekanbaru dan menambah lapangan kerja baru, kehadiran mereka juga bisa menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena tiap SPBU harus mengurus izin timbun dan HO. Jadi mendatangkan PAD,"jelasnya.
R24/mla
Bagi seluruh rakyat Indonesia, nama  Pertamina bukanlah hal asing lagi. Dari sabang sampai merauke semuanya tahu bahwa PT pertamina (Persero) adalah perusahaan Negara yang mengurusi Sumber daya Migas Indonesia. Keberlangsungan energi kita tidak terlepas dari peranan pertamina sebagai salah satu pihak yang terlibat langsung dalam pendayagunaan energi di Indonesia.
 
Kalau Indonesia punya Pertamina, tetangga kita Malaysia juga punya perusahaan yang sama yaitu Petronas. Malaysia memberikan kepercayaan penuh dan hak istimewa kepada petronas untuk mengelola Migasnya. Uniknya, Petronas yang lahir belakangan dan lebih muda dari Pertamina ternyata menduduki peringkat 18 (tahun 2006), 17 (tahun 2007) dari PIW (petroleum intelligent weekly,2007) berdasarkan PIW index sedangkan Indonesia hanya mampu mencapai peringkat 30 (tahun 2006 dan 2007).
 
Seiring dicabutnya subsidi premium, membuat harganya bersaing dengan bahan bakar dari perusahaan minyak luar negeri. Shell dan Petronas kembali tertarik membuka cabangnya ke sejumlah kota besar, termasuk Pekanbaru.
 
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Pekanbaru, Mas Irba H Sulaiman kepada saat ditemui dikantornya. "Kalau pembicaraan itu ada, mereka juga sudah ada datang ke sini tanya-tanya untuk membuka ke sini,"katanya.
 
Namun Shell dan Petronas tak kunjung membuka cabang karena masih mengurus ke dirjen Migas. Irba mengatakan bahwa mereka terkendala dalam mengurus apakah dibolehkan buka cabang  ke Pekanbaru. Irba juga tidak bisa memastikan apakah kedua perusahaan tersebut jadi berinvestasi ke Pekanbaru.
 
Seperti diketahui, saat ini harga Premium masih Rp 7.300 per liter sedangkan Pertalite berkisar Rp 8.700 per liter. 
 
"Dan harga premium dari Shell dan Pertalite tidak berbeda jauh dari harga yang ditawarkan Pertamina. Selain itu, berminatnya investor dibidang SPBU menguntungkan Pekanbaru dan menambah lapangan kerja baru, kehadiran mereka juga bisa menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena tiap SPBU harus mengurus izin timbun dan HO. Jadi mendatangkan PAD,"jelasnya.
R24/mla
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru