riau24 Mark Webber Si Pebalap Tersial Akhirnya Juara Dunia | Berita Riau
Kamis, 14 Desember 2017

Formula 1

Mark Webber Si Pebalap Tersial Akhirnya Juara Dunia

0
Mark Webber mendapatkan juara dunia di ajang World Endurance Championship (Harold Cunningham/Getty Images)
Berita Riau -  Mark Webber Si Pebalap Tersial Akhirnya Juara Dunia
Jakarta, Riau24.com - Pebalap Australia, Mark Webber, akhirnya menyematkan status "Juara Dunia" pada namanya. Kegagalan merengkuh gelar tersebut dalam 12 tahun berkarier di Formula 1 ditebusnya dengan sebuah gelar di ajang yang sama sekali berbeda, World Endurance Championship (WEC). 

Ia memastikan gelar Juara Dunia tersebut setelah membalap selama enam jam di seri balapan terakhir di sirkuit Bahrain, Minggu (22/11/2015). 

"Ini gelar Juara Dunia pertama untuk saya -- ini terasa sangat indah," kata Webber berseri-seri. "Ini sangat tidak mudah untuk diraih, sehingga memenangi gelar ini terasa sangat spesial."

Terkenal dengan kejujuran dalam berbicara dan kengototannya dalam membalap, Webber memutuskan untuk hijrah ke WEC pada 2013 silam. Tak main-main, yang ia tinggalkan di F1 adalah tim Red Bull yang kala itu mendominasi dunia balapan selama empat tahun. 

Webber pindah karena keunggulan sasis mobil Red Bull tak bisa membantunya apa-apa dalam perebutan gelar. Red Bull selalu memprioritaskan rekan setimnya kala itu, Sebastian Vettel, meski sebenarnya Webber lah yang lebih dahulu bergabung dengan Red Bull.

Semenjak kehadiran Vettel, pebalap Jerman itu memang telah menjadi anak kesayangan. Usia yang sepuluh tahun lebih muda dari Webber membuat Vettel menjadi citra sempurna dari visi Red Bull: muda, dinamis, dan super-cepat. 

Sebaliknya, Webber justru lekat dengan cap lain yaitu dikenal sebagai pebalap paling sial di Formula 1. Hal ini karena Webber sering kali menerima hambatan yang jarang-jarang dialami pebalap lainnya, mulai dari rusak mesin di ambang memenangi balapan untuk pertama kalinya, masuknya gas panas ke dalam ruang kokpit, hingga ditabrak dari belakang oleh rekannya sendiri karena tim di paddock lupa memberi tahu untuk memperlambat laju karena ada bendera kuning. 

Bersama Red Bull kesialan Webber sebenarnya perlahan-lahan mulai berubah. Pada 2009, untuk pertama kali sejak menjadi pengemudi F1 di tahun 2002, setelah melewati 130 kali balapan, Webber mendapatkan podium pertama. 

Ia melakukannya di GP Jerman dengan Vettel berada di tempat kedua. Kemenangan itu membuat bos Red Bull, Christian Horner, berjanji akan memberikan sokongan sama rata kepada Vettel dan Webber. 

Akan tetapi ucapan itu tak bisa dibuktikan Horner. Di musim balapan 2010, Webber yang juga turut bersaing dengan Fernando Alonso dan Sebastian Vettel untuk berebut gelar juara dunia, menyaksikan bagaimana timnya lebih memprioritaskan Vettel. 

Jurnalis F1 dari The Guardian, Richard Williams, bahkan mengatakan Webber sebagai kambing hitam yang takkan pernah diterima di dalam keluarga Red Bull. 

Lelah selalu berada dalam bayang-bayang rekan setimnya menjadi alasan utama Webber untuk mempertimbangkan pinangan Porsche untuk beralih ke WEC. Ia memang akan jauh dari gemerlap dunia F1, tapi Porsche menjanjikan dukungan seratus persen tanpa syarat. 

Perusahaan mobil asal Jerman itu juga berkomitmen untuk kembali ke puncak dunia balapan ketahanan setelah absen selama lebih dari satu dekade. Porsche ingin menggunakan kecepatan serta pengalaman Webber sebagai jangkar bagi misi mereka. 

Webber sadar benar bahwa WEC hanya balapan kelas dua jika dibandingkan dengan F1, meski ketertarikan publik dunia terhadap WEC semakin meningkat. 

Akan tetapi, balapan WEC yang menggunakan mobil berkekuatan 1000 tenaga kuda dan dengan ban yang tidak cepat aus, lebih cocok untuk dirinya yang sangat ngotot dalam menyalip lawan. Balapan ini sangat berbeda dengan F1 yang akan 'menghukum' pebalap yang ngotot, karena jenis ban F1 memang dirancang untuk cepat kehilangan cengkraman.

Dan di dunia yang asing seperti inilah seorang Mark Webber pada akhirnya memiliki gelar juara dunia.   

R24/rno/cnn
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru