riau24 Benih Tidak Tumbuh Petani Kecewa | Berita Riau
Kamis, 14 Desember 2017

Benih Tidak Tumbuh Petani Kecewa

0
Kadis tanaman pangan kuansing Ir. H. Maisir bersama petani
Berita Riau -  Benih Tidak Tumbuh Petani Kecewa

Kuansing, Riau24.com - Menghadapi, musim, tanam besar tahun 2015-2016 tahun ini, maka petani yang berada di hamparan persawahan kecamatan kuantan Mudik, Gunung Toar dan hulu Kuantan telah mulai melakukan penyemaian padi dan pengolahan lahan.

Pengolahan yang seiring dengan masa penyemaianan benih padi oleh petani, dilakukan secara serentak di hamparan persawahan yang cukup luas di tiga kecamatan tersebut, meskipun beberapa petani telah ada yang melakukan tanaman padi karena masa pengolahan dilakukan sekitar dua bulan yang lalu seperti petani asal Desa Bukit pedusunan dan Luai Kecamatan Kuantan Mudik maupun petani Desa Pisang Berebus, Toar dan
Petapahan di Kecamatan Gunung Toar.

Akan tetapi bagi petani yang berada di Desa Seberanbg Pantai, Rantau Sialang dan Pulau Binjai kecamatan kuantan Mudik yang baru saja melakukan pengolahan lahan dan penyemaian padi banyak yang merasa kecewa karena benih yang telah di semai beberapa waktu lalu banyak yang tidak tumbuh.

Hal ini dikarena petani banyak menggunakan benih yang lama atau padi yang telah di panen pada musim tanam tahun 2014/2015 lalu, sehingga dinilai telah usang atau terlambat tanam yang seharusnya bisa di pakai jika dilakukan penyemaian benih sekitar bulan september. Karena tertunda sekitar dua bulan akibat kabut asap yang menimpa wilayah Kuansing beberapa waktu lalu, menyebabkan musim bercocok tanam juga tertunda.

" Benih yang saya semai dengan jenis padi putih tidak tumbuh, padahal penyemaian benih telah hampir sepuluh hari, dan biasanya jika benih baik tentu saja telah tumbuh dalam jangka waktu lima sampai tujuh hari usai di tanam," Ungkap Molid petania sal seberang pantai Kecamatan Kuantan Mudik ketika di hubungi Riau24.com.

Menurutnya, penyemaian untuk menghadapi musim tanam besar tahun 2015/2016 di mulai minggu kedua bulan November, dengan menggunakan benih padi musim lalu dengan jenis padi putih, akan tetapi setelah di tunggu sekitar sepuluh hari bersamaan dengan telah dilakukan pengolahan lahan tahap pertama, ternyata benih yang di tanam tersebut
tidak tumbuh, bahkan terendam air.

" Ini suatu pertanda benih yang di pakai tersebut tidak layak di pakai lagi, dan harus di ganti dengan benih yang baru," Paparnya.

Hal senada juga diutarakan oleh salmi (60) salah satu petani yang juga merasa kecewa karena benih yang telah disemai juga banyak yang tidak tumbuh, dan harus melakukan pembenihan ulang. Jika tidak tentu saja musim tanam tahun ini akan tertunda, karena harus melakukan pembenihan ulang dengan mencari benih yang baru.

" Ambo harus melakukan benih ulang, kok dak baitu tontu dak kan cukuik karanok ambo ko do, sobok tumbuahnyo jarang-jarang," Ujarnya.

Namun Kepala Dinas Tanaman Pangan Kabupaten Kuantan Singingi, Ir. H. Maisir mengajak masyarakat untuk dapat mempergunakan benih unggul yang bersertifikat dari Dinas Pertanian dan Peternakan, dengan varietas IR 42 dan telah tersebar ke kelompok tani dengan berats ekitar 5 kilogram, ujarnya.

" Gunakanlah benih padi yang bersertifikat, karena di nilai jelas dan baik bagi petani," Tukasnya.

R24/awa/zar

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru