riau24 Ini yang Dilakukan Ahok Jika Membaca Hujatan di Media Online | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

Ini yang Dilakukan Ahok Jika Membaca Hujatan di Media Online

1
Aliansi Masyarakat Penjarakan Ahok (Ampera) melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung KPK, Jakarta, 26 November 2015. Sebelumnya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan dana mencurigakan proyek pembelian lahan RS itu seluas 3,6 hektar. TEMPO/Eko Siswono
Berita Riau -  Ini yang Dilakukan Ahok Jika Membaca Hujatan di Media Online
Jakarta, Riau24.com - Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok punya waktu khusus menyigi berita-berita tentang dirinya dan akun Twitter, yakni saat perjalanan pulang dari kantor ke rumahnya setelah magrib. Ahok mengecek berita lalu membaca papan komentar melalui telepon Apple 6.

Perhatiannya tertuju pada komentar negatif. Jika ada yang menghujatnya soal fasilitas publik yang buruk, ia biasanya mengontak kepala dinas yang membawahi bidang tersebut. Jika komentar negatif itu menyerangnya secara pribadi, ia mengontak asisten pribadinya, Sakti Budiono. “Sakti, tolong cek berapa banyak komentar seperti itu,” katanya seperti ia tuturkan ulang kepada Tempo pada Kamis, 26 November 2015.

Tak berapa lama, biasanya Sakti melapor jumlah komentar di sebuah berita. Jika jumlahnya lumayan dan isinya seragam, Ahok meminta Sakti mengeceknya lebih jauh. “Itu akun robot atau orang beneran? Cek IP-nya,” kata dia merujuk pada Internet Protokol, nomor identitas perangkat pengguna Internet.

Pengecekan itu, kata Ahok, ia pakai untuk mengukur hasil kerjanya di Jakarta. Jika banyak orang mengkritik suatu masalah, ia akan menyelesaikannya saat itu juga. Ahok mengaku tak terlalu mempedulikan komentar negatif yang menyerangnya secara pribadi, bahkan jika itu ditujukan untuk menggerus popularitasnya.

Ahok mengaku tak gentar diserang sana-sini sehingga berakibat melorotnya tingkat popularitas dia untuk maju lagi dalam pemilihan Gubernur pada 2017. “Kalau saya peduli popularitas supaya dipilih lagi, saya paling kerja dua tahun saja, sisanya pencitraan,” katanya.

Karena itu, ia tak mundur menggusur Kampung Pulo untuk mengurangi banjir meski ditentang dan dikritik. Ia tak gentar berhadapan dengan Badan Pemeriksa Keuangan yang menuduhnya merugikan negara saat membeli Rumah Sakit Sumber Waras senilai Rp 755 miliar tahun lalu. Ahok mengaku punya semua bukti untuk mematahkan tuduhan tersebut.

Kini, ia sedang membereskan anggaran Jakarta senilai Rp 66 triliun lewat bujet elektronik. Ia menargetkan 2016 selesai sehingga semua item anggaran bisa dilihat publik dan tak ada lagi anggaran serta proyek siluman. “Saya tak terpilih lagi juga tak apa-apa asal e-budgeting selesai sehingga siapapun gubernurnya tak bisa seenaknya mengutak-atik anggaran,” ujarnya.

Lewat telepon pintar Apple 6 itu pula, Ahok memantau seluruh sudut Jakarta karena teleponnya terhubung dengan semua kamera pengawas. Jika kamera-kamera itu tak memberinya gambar, ia mengontak staf-stafnya agar mengecek ke lokasi dan memeriksa serta membetulkannya.

R24/rno/tem 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Sabtu, 28 Oktober 2017 09:59 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/e82iK8s.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru