riau24 Terkait Dugaan Korupsi Bansos e-Lerning Sofiyan Minta Gelar Perkara | Berita Riau
Selasa, 19 Desember 2017

Terkait Dugaan Korupsi Bansos e-Lerning Sofiyan Minta Gelar Perkara

0
Dana Bansos Dikorupsi (Ilustrasi)
Berita Riau -  Terkait Dugaan Korupsi Bansos e-Lerning Sofiyan Minta Gelar Perkara
Siak, Riau24.com - Pengacara kondang dari Jakarta H. Razman Arif Nasution ada menyambangi Polres Siak. Kedatangannya itu ssbagai lawyer dari Sofyan, X Kabid SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Siak kini tersandung kasus dugaan korupsi Bansos pengadaan kelengkapan e-learning dari dana APBN tahun 2014 lalu.
 
“Kedatangan saya ke sini untuk silaturahmi, menyampaikan surat yang menyatakan bahwa saya lawyer dari Sofyan. Sebagaiman biasanya kalau masuk ke rumah orang tentu kita harus kulonuon,” ungjap pengacara yang berhasil meloloskan BG dengan upaya pra pradilan itu.
 
Diceritakanya banyak kejanggalan dalam hal penetapanya tersangka pada klinenya itu. Pasalnya dalam prosedur Bansos e-lerning dikirim dari pusat langsung ke sekolah, dan seharusnya pengadannya dilakukan dengan suwakelola. Namun kenyataan dilapangan, 48 sekolah yang menerima bantuan itu justru melakukan pengadaan melalui pihak ke tiga, sebuah CV milik Indra.
 
“Dalam proses pengadaan kepala sekolah yang bertemu langsung dengan pemilik CV. Hal itu tidak dijembatani Sofyan. Seharusnya jika memang ada indikasi korupsi Indra yang pertama jadi target, kemudian kepala sekolah. Namun kenapa malah Sofyan yang pertama ditetapkan tersangka,” kata H. Razman.
 
Untuk mengungkap semua tabir dibalik peyaluran e-lerning itu, Sofyan didampingi H. Razman mengajukan gelar perkara khusus kepa pihak Polres Siak. Sebelum berlanjut kasus ini, pihaknya ada mengajukan surat ke Polres Siak untuk menggelar perkara khusus, menghadirkan semua pihak yang berkaitan. 48 kepala sekolah.
 
"Termasuk halnya Kepala Dinas, termasuk penanggung pemilik kuasa pengguna anggaran dan penanggungjawab pengguna anggaran. Bukan berati membela kline saya, kalau salah ya disila di hukum,” tegas H. Razman. Lebih lanjut katanya, jika gelar perkara tidak dilakukan, maka pihaknya akan mengajukan pra pradilan.
 
Kasat Reskrim Polres Siak AKP Hari Budiyanto saat dikonfirmasi membenarkan kedatangan sang pengacara H. Razman. Sebutnya itu untuk menyampaikan surat yang memberitahukan bahwa dia sebagai lawyer untuk dari Sofyan.
Saat ini sambungnya, Sofyan itu telah ditetapkan jadi tersangka dalam dugaan korupsi Bansos pengadaan kelengkapan e-learning tahun 2014 itu.
 
R24/rul/lin
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru