riau24 Di Kota Isis, Warganya Justru Setengah Mati Benci ISIS | Berita Riau
Senin, 11 Desember 2017

Di Kota Isis, Warganya Justru Setengah Mati Benci ISIS

0
Ilustrasi bendera Australia. REUTERS/David Gray
Berita Riau -  Di Kota Isis, Warganya Justru Setengah Mati Benci ISIS
Queensland, Riau24.com - Bagi kebanyakan orang, mendengar kata "ISIS" tidak akan membuat mereka membayangkan sebuah merek minuman kopi, game canggih terbaru, apalagi lingkungan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai kekeluargaan.

Namun, untuk satu kota kecil di Australia, nama itu ternyata memiliki arti besar dan membuat masyarakatnya mengambil sikap yang tegas terhadap kelompok teror Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Situs berita Mirror, 27 November 2015, mengabarkan, untuk sekitar 6.000 orang yang tinggal di Isis, Queensland, nama kota mereka adalah sumber kebanggaan, dan mereka menolak membiarkan kelompok ekstremis apa pun menggunakannya.

Warga kota, yang memiliki sejarah membanggakan mengenai perang, mengatakan, jika para anggota kelompok militan itu tidak suka nama kota, mereka-lah yang harus mencari nama baru. Banyak lembaga di kota juga dilaporkan mencantum nama Isis.

Di sana terdapat Isis War Memorial Pool, Isis Club, dan Isis Hardware Store. Didirikan pada 1887, komunitas yang terdiri atas petani itu dinamai merujuk pada Sungai Isis di Inggris, sebelum kemudian diidentikkan dengan dewi Mesir.

Wayne Heidrich, pemilik dan editor koran Isis Town & Country, mengatakan, "Pendapat umum mengatakan tindakan mereka (ekstremis) seharusnya tidak berhubungan dengan nama bersejarah kami. Dari semua, kami yang pertama menggunakan nama itu."

Menurut dia, komunitasnya bangga dengan nama itu. Banyak keluarga besar merintis Kota Isis dan keturunan mereka tetap mengakar dalam masyarakat. 

Mail Online melaporkan warga bahkan pernah menolak tunduk pada tekanan agar mengubah nama kota itu. Ketika itu, klub rugbi kota, Isis District Rugby League Rugby Football Club, Isis Devils, mengikuti turnamen. Klub diberi tahu untuk mengubah nama oleh pemilik stasiun televisi. Namun "Mereka menolak dan mengancam memboikot turnamen tersebut," demikian laporan Mail Online.

Mantan Wali Kota Bill Trevor mengatakan, "Setelah Anda mulai menyerah atau mengubah cara Anda karena aktivitas teroris, maka mereka menang dan Anda kalah. Itulah tujuan dari permainan dengan orang-orang itu (ekstremis)."

Sejarah, kata Bill, mengajarkan banyak tentang masa depan dan kadang-kadang membuat warga harus berdiri teguh untuk apa yang mereka percaya. "Anda tidak dapat mengubah apa yang Anda lakukan karena orang lain telah melakukannya."

Bill menambahkan, "Jika saya pergi ke Timur Tengah, saya hanya tidak akan mengatakan saya berasal dari Isis."

R24/rno/tem 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru