riau24 FPI Tak Akan Minta Maaf, Tuding Bupati Purwakarta yang Salah | Berita Riau
Senin, 18 Desember 2017

FPI Tak Akan Minta Maaf, Tuding Bupati Purwakarta yang Salah

1
Habib Rizieq Shihab (tengah) saat berorasi di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (1/12), menolak Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai Gubernur. (ANTARA FOTO/OJT/Ajat Sudrajat)
Berita Riau -  FPI Tak Akan Minta Maaf, Tuding Bupati Purwakarta yang Salah
Jakarta, Riau24.com - Majelis Syura DPP Front Pembela Islam (FPI) menegaskan tidak bakal meminta maaf kepada seluruh etnis Sunda karena Habib Rizieq Shihab telah memelesetkan salam Sunda “Sampurasun” menjadi “campur racun”. Justru, kata anggota Majelis Syura DPP FPI Habib Muchsin Alatas, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang harusnya meminta maaf kepada masyarakat luas.

Habib Muchsin menuding pihak Bupati Purwakarta telah melakukan pelecehan terhadap agama Islam dalam buku yang ditulisnya. “Inti isi buku yang dibuat oleh Bupati Purwakarta antara lain menomorduakan ajaran agama dan mengutamakan budaya,” kata Habib Muchsin kepada CNN Indonesia, Minggu (29/11/2015).

Selain itu, Habib Muchsin menyebut bahwa dalam buku tersebut Bupati Purwakarta menganggap tidak perlunya ucapan “Assalamualaikum” karena sudah ada salam Sunda berupa “Sampurasun”. Tak hanya itu, FPI juga mempermasalahkan pernyataan sang bupati soal menikah dengan Nyi Roro Kidul.

“Silakan dilihat dan dibaca isi buku yang dibuat oleh Bupati Purwakarta itu. Sudah banyak beredar termasuk di Pemda Purwakarta,” ujarnya. “Karena itu Bupati Purwakarta lah yang mestinya memohon maaf.” 

Habib Muchsin mengklaim sebenarnya masyarakat Sunda tidak mempermasalahkan ucapan yang disampaikan oleh Habib Rizieq dalam ceramahnya di Purwakarta beberapa waktu lalu. “Karena anggota FPI banyak yang orang Sunda,” ucapnya.

Lagipula, menurut Habib Muchsin, isi ceramahnya Habib Rizieq yang berkisar 1,5 hingga 2 jam perlu dipahami secara menyeluruh agar tidak salah mengartikan hal-hal yang disampaikan Habib Rizieq. “Jangan sepotong-sepotong memahami isi ceramahnya,” ujar dia.

Menurut Habib Muchsin ada pihak yang sengaja melakukan provokasi sehingga isi ceramah Habib Rizieq di Purwakarta dipermasalahkan terkait soal ucapan salam. “Ada orang yang memprovokasi, orang-orang liberal itu,” kata bekas Ketua Umum FPI ini.

Jadi, tambah Habib Muchsin, pihak FPI atau Habib Rizieq tidak perlu sama sekali meminta maaf karena yang melakukan kesalahan adalah pihak Bupati Purwakarta. 

Sebelumnya, Habib Rizieq dilaporkan ke Polda Jawa Barat atas tuduhan penghinaan dan pelecehan terhadap budaya sunda karena telah memelesetkan salam Sunda “sampurasun” menjadi “campur racun”. Pihak pelapor Aliansi Masyarakat Sunda Menggugat yang diinisiasi oleh Angkatan Muda Siliwangi Jawa Barat juga melarang pimpinan Front Pembela Islam tersebut masuk ke Jawa Barat.

Organisasi Masyarakat Laskar Muda Padjadjaran bahkan mendesak agar Menteri Koordinator Politik Hukum dan Hak Azasi Manusia Luhut Binsar Panjaitan menegur Rizieq Shihab terkait kasus pelesetan salam sunda "Sampurasun" menjadi "Campur Racun". 

Desakan agar Habib Rizieq meminta maaf kepada masyarakat Sunda juga terus berdatangan, kali ini adalah dari MPC Pemuda Pancasila (PP) Kota Bandung.

"Dan sebelum meminta maaf, kami mengimbau dan mengajak masyarakat untuk menolak Habib Rizieq,” kata Ketua MPC PP Kota Bandung Yayan Suherlan. 

R24/rno/cnn 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Sabtu, 28 Oktober 2017 10:06 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/e82iK8s.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru