riau24 Wapres JK: Impor Beras Hidupi Petani Luar Negeri | Berita Riau
Senin, 18 Desember 2017

Wapres JK: Impor Beras Hidupi Petani Luar Negeri

0
Seorang pekerja tidur di atas tumpukan karung beras saat dilakukan bongkar muat beras impor dari Vietnan dari kapal Hai Phong 08 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 11 November 2015. Tempo/Tony Hartawan
Berita Riau -  Wapres JK: Impor Beras Hidupi Petani Luar Negeri
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyoroti impor beras meski jumlahnya turun-naik. Dia mengatakan pemerintah masih mengimpor beras meski baru 1 juta ton karena El Nino (bencana kekeringan).

"Kita masih impor jagung, kita masih impor kedelai, kita masih impor daging. Artinya, kita masih menghidupi petani luar negeri, kita memberikan lapangan kerja bagi (pasar) luar negeri," katanya dalam pidato pembukaan acara "Economic Outlook 2016" di Hotel Borobudur pada hari ini, Selasa, 1 Desember 2015. 

Kalla menjelaskan, masalah ekonomi Indonesia adalah pertumbuhan jumlah lapangan kerja. Karena itu, dia ingin pertumbuhan ekonomi harus dibarengi produktivitas sehingga industri dan semua sektor berjalan. Kebiasan impor pada masa lalu, kata Kalla, dapat berubah menjadi positif dengan meningkatkan produktivitas dalam negeri untuk memenuhi permintaan pasar.

Pemerintah juga masih mengimpor sebagian produk tekstil, makanan, dan permesinan. Banyaknya impor barang ini, Kalla melanjutkan, merupakan peluang industri dalam negeri untuk mengisi permintaan pasar domestik. Peluang ini tidak ditemukan di Jepang dan Cina karena hampir semua sektor mengimpor bahan baku dan mengekspor produk industrinya. 

Kedua negara itu, menurut Kalla, sulit mengurangi impor jika ingin mengembangkan ekspornya. Karena itu, dia menuturkan kebijakan pemerintah adalah meningkatkan swasembada pangan dan produktivitas industrinya. Dengan alasan tersebut, pemerintah menaikkan anggaran Kementerian Pertanian untuk penyediaan bibit dan pupuk serta perbaikan pengairan.

"Tapi kunci dari itu semua adalah persaingan, persaingan harus lebih efisien. Persaingan itu antara lain jatuhnya ke logistik, artinya ke infrastruktur," ucapnya. Untuk itu, dia meminta kementerian terkait membangun jalan, rel kereta api, dan irigasi sebanyak-banyaknya.

R24/rno/tem 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru