riau24 Terjaring OTT KPK, Tiga Orang Resmi Tersangka | Berita Riau
Jumat, 09 Desember 2016

Terjaring OTT KPK, Tiga Orang Resmi Tersangka

0
(Foto: Heru Haryono/Okezone)
Berita Riau -  Terjaring OTT KPK, Tiga Orang Resmi Tersangka

Jakarta, Riau24.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan status tersangka terhadap Wakil Ketua DPRD Banten SM Hartono (SMH) dan anggota DPRD Banten Tri Satria Santosa (TSS), serta Direktur Banten Global Development Ricky Tampinong.

Plt Wakil Ketua KPK Johan Budi, menjelaskan, berdasarkan dari hasil pemeriksaan usai lembaga antirasuah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap mereka, ketiganya diduga kuat melakukan tindak pidana korupsi untuk memuluskan Peraturan Daerah (Perda) di Banten dalam proses pembuatan bank.

"Tiga orang ini baru saja selesai melakukan serah terima uang disalah satu restoran di Serpong, Tangerang. Lalu dilakukan penangkapan selanjutnya dibawa ke gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan," kata Johan Budi di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (2/12/2015).

TSS, lanjut Johan, ditetapkan sebagai tersangka diduga melanggar pasal 12 huruf a atau b atau 11 UU 31Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP

Sementara, SMH juga menjadi tersangka penerima suap. Dia diduga melanggar pasal 12 huruf a atau b atau 11 UU 31Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Kemudian, RT menjadi tersangka pemberi suap. Dia melanggar pasal 5 ayat 1 a atau b atau 13 UU 31Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. "Ini berkaitan dengan memuluskan pengesahan RAPBD 2019, dimana didalamnya ada berkaitan dengan bank daerah Banten.

Modus operandinya berkiatan dengan itu. Sudah ditetapkan tiga tersangka, barang bukti dari TKP adalah uang dalam bentuk dolar pecahan USD100 sebanyak 11 ribu. Sementara untuk pecahan rupiah sebanyak Rp60 juta. Dan uang ini berada di dalam tas mereka," pungkasnya.

R24/rno/oke 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru

Versi Mobile

   Riau24.com
                       Informasi Anda Genggam