riau24 Negoisasi Konsolidasi Tanah, Masyarakat Tenayan Raya Ragu | Berita Riau
Kamis, 14 Desember 2017

Negoisasi Konsolidasi Tanah, Masyarakat Tenayan Raya Ragu

0
Sejumlah anggota DPRD Kota Pekanbaru bersama pemerintah saat meninjau proyek Multiyears belum lama ini
Berita Riau -  Negoisasi Konsolidasi Tanah, Masyarakat Tenayan Raya Ragu
Pekanbaru, Riau24.com - Negoisasi Konsolidasi Tanah (KT) yang melibatkan kepemilikan tanah masyarakat untuk pembangunan proyek Multiyears dan Pekan Sikawan di tahun 2016, sepertinya membuat masyarakat di Kecamatan Tenayan Raya ragu dan enggan menyetujui. Alih-alih menjanjikan sertifikasi. Namun, masyarakat merasa dirugikan, jika tanahnya harus diambil oleh pemerintah (sebanyak 30 persen) guna memenuhi percepatan pembangunan untuk proyek besar tersebut.
 
"Saya menolak menandatanginya. Masak gak ada ganti ruginya. Kalau tanah saya diambil 30 persen, itu artinya tanah saya berkurang. Saya tak mau itu," ujar Harahap, salah seorang warga Tenayan Raya, kepada Riau24.com, Rabu (2/12/2015) yang mengaku dimintai tandatangannya untuk persetujuan berkas KT yang dilakukan pihak kelurahan belum lama ini.
 
Selain meragukan itu, masyarakat di Tenayan Raya, kata Harahap juga dikesalkan dengan kabar yang beredar tentang pembiayaan kepengurusan sisa tanah, yang 70 persen lagi bagi yang bersedia menyetujui. Masyarakat, menurutnya, menjadi khawatir jika setelah melakukan penandatanganan/persetujuan, maka dikemudian hari akan ada lagi momok yang menakutkan masyarakat untuk membayar kepengurusan sertifikat tanah yang tersisa.  

"Saya sempat mendengar dari kawan-kawan di warung kopi. Mereka banyak yang tidak menandatangani persetujuan KT itu. Terus kata mereka lagi, nanti kalau disetujui, maka akan ada biaya lagi untuk mengurus sertifikat tanah yang tersisa," katanya.
 
Lebih lanjut dia mengatakan, wajar saja jika masyarakat di Tenayan Raya banyak yang enggan menandatangani persetujuan KT tersebut. Sebab katanya, jika diarahkan ke sebuah ungkapan pribahasa, ada sebuah kalimat yang tepat menggambarkan persoalan ini.
 
"Ya,,,, "Sudah jatuh tertimpa tangga". Begitulah kira-kira . Setelah tanah kami ambil 30 persen, kami diminta uang lagi untuk pembuatan sertifikat lainnya," ungkapnya.

R24/kur
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru