riau24 Dibunuh di Kebun Pisang, Polsek Tampan Gelar Rekontruksi Reka Ulang | Berita Riau
Senin, 11 Desember 2017

Dibunuh di Kebun Pisang, Polsek Tampan Gelar Rekontruksi Reka Ulang

0
Rekontruksi pembunuhan Dedi di sebuah kebun pisang di Kecamatan Tampan
Berita Riau -  Dibunuh di Kebun Pisang, Polsek Tampan Gelar Rekontruksi Reka Ulang
Pekanbaru, Riau24.com - Kepolisian Sektor (Polsek) Tampan, kamis (3/12/2015) pagi menggelar rekontruksi pembunuhan Dedi Sahrul (19) yang terjadi, Ahad (17/10/2015) lalu.
 
Rekontruksi dilakukan mulai dari tempat tersangka merencanakan aksi hingga menuju ke sebuah kebun pisang yang berada di Gang Purwosari, Jalan Cipta Karya, Kecamatan Tampan.

Kebun pisang tersebut menjadi saksi bisu atas pembunuhan yang dilakukan oleh dua tersangka D dan SR. Dihadiri beberapa pihak terkait, yakni beberapa personil Polsek Tampan, Tim Identifikasi Polresta Pekanbaru, dua perwakilan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan kuasa hukum korban rekontruksi pun dimulai yang juga disaksikan ratusan warga yang ingin melihat.

Adapun dalam rekontruksinya, tersangka memperagakan 20 adegan yang dimulai dari tempat korban dan tersangka yang kebetulan tinggal di satu petak kontrakan.

Adegan reka ulang ini kemudian berlanjut di kebun pisang. Disitulah aksi puncak tersangka menghilangkan nyawa korban dilakukan

Dalam adegannya, tersangka sempat menampilkan pertarungan satu lawan dua hingga bergulat ke dalam parit. Tersangka Sr menghantam korban lalu menghimpitnya dan kemudian datang tersangka D yang menikam korban berkali-kali.

Setelah korban meninggal, kedua tersangka lalu menyeret korban ke dalam kebun dan ditutupi dengan daun pisang.

Rekontruksi ini pun akhirnya selesai dan disimpulkan bahwa tersangka melakukan rencana pembunuhan sesuai dengan 20 adegan reka ulang yang diperagakan.

"Setelah melihat hasil rekontruksinya, tersangka melakukan 20 aksi adegan pembunuhan. Tersangka dijerat dengan pasal pembunuhan berencana p
asal 340 Sub 338 Jo Pasal 365 KUHP dengan ancaman 20 tahun penjara," ujar Kanit Reskrim Polsek Tampan kepada Riau24.com usai rekontruksi tersebut.

Sementara saat ditemui pengelola kontrakan korban dan tersangka, Yeni (38) mengaku baru melihat korban dua hari sejak datang ke Pekanbaru.

Dirinya sempat mengakui tersangka dan korban sibuk membahas bisnis Multi Level Marketing (MLM).

"Saya pernah mengetahui bahwa tersangka pernah menawarkan pekerjaan multi level marketing (MLM) pada korban. Dan saya sendiri sempat diajak tersangka tapi saya tidak berminar," ungkapnya.

R24/kur
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru