riau24 Kasus Korupsi, 2 Pejabat FIFA Kembali Ditangkap di Swiss | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

Sepakbola

Kasus Korupsi, 2 Pejabat FIFA Kembali Ditangkap di Swiss

0
Sebuah mobil polisis berada diluar hotel Baur au Lac di Zurich, Swiss, 27 Mei 2015. Sebanyak enam orang petinggi FIFA ditangkap karena terlibat dugaan kasus penyuapan, korupsi dan pemerasan. REUTERS/Arnd Wiegmann
Berita Riau -  Kasus Korupsi, 2 Pejabat FIFA Kembali Ditangkap di Swiss
Jakarta, Riau24.com - Departemen Kehakiman Swiss menangkap dua pejabat Federasi Internasional Asosiasi Sepak Bola (FIFA) di Hotel Baur au Lac, Kamis subuh waktu setempat, 3 Desember 2015. 

Departemen Kehakiman Swiss menyatakan dua pejabat FIFA itu ditangkap dengan tuduhan menerima suap untuk menjual hak marketing yang berkaitan dengan turnamen di Amerika Latin dan pertandingan-pertandingan kualifikasi Piala Dunia. 

"Mereka ditahan sambil menunggu ekstradisi ke Amerika Serikat. Berdasarkan permintaan penangkapan Amerika, mereka diduga menerima suap jutaan dolar," bunyi pernyataan Departemen Kehakiman Swiss sebagaimana dikutip BBC.

Dua nama pejabat itu belum diungkap Departemen Kehakiman Swiss. Tapi mereka berjanji memberitahu nama pejabat-pejabat itu.

Pejabat-pejabat itu sedang menghadiri pertemuan komite eksekutif yang dilangsungkan selama dua hari di Swiss. 

"FIFA menyadari tindakan yang diambil oleh Departemen Amerka Serikat," bunyi pernyataan resmi FIFA. "Kami akan terus bekerjasama penuh dengan investigasi Amerika Serikat sejauh itu dibolehkan oleh hukum Swiss--juga investigasi yang dipimpin Kejaksaan Agung Swiss.

Mei lalu, polisi juga menangkap beberapa pejabat FIFA di hotel yang sama. Merka sedang menghadiri kongres FIFA. 

R24/rno/tem 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru