riau24 Mantan Sekda Inhu Akhirnya Ditahan Kajari Rengat | Berita Riau
Selasa, 19 Desember 2017

Mantan Sekda Inhu Akhirnya Ditahan Kajari Rengat

0
Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Inhu H. R. Erisman
Berita Riau -  Mantan Sekda Inhu Akhirnya Ditahan Kajari Rengat

Inhu, Riau24.com - akhirnya mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Inhu H. R. Erisman ditahan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Rengat terkait korupsi APBD Inhu. Setelah sebelumnya diperiksa sebagai saksi kelebihan sisa penggunaan anggaran pada tahun 2011-2012 sebesar Rp 2,8 M yang tidak bisa dipertangungjawabkan.

Mantan Sekda yang menggunakan baju kemeja putih serta celana jeans tersebut ditahan pihak Kejari Rengat sekira pukul 11.50 wib pada Jumat (4/12/2015). Sebelum ditahan manatan sekda Inhu ini sempat dilakukan pemeriksaan selama 3,5 jam.

Kasi Pidsus Kejari Rengat, Roy Modino SH di ruang kerjanya menyampaikan bahwa R Erisman sudah ditetapkan sebagai Tersangka sejak 1 Januari 2015 lalu.

"Dari hasil pemeriksaan hari ini selama lebih kurang 3,5 jam status yang bersangkutan langsung di tingkatkan menjadi Terdakwa dan langsung dilakukan penahanan selama 20 Hari ke depan dan dititipkan di Rutan Kelas II B Rengat," katanya.

Dijelaskan dia, bahwa pada Tahun 2011 - 2012 Rosdianto (Bujang Kait) selaku Bendahara pengeluaran pada Sekretariat Daerah Inhu pada akhir bulan Desember 2011 terdapat sisa Kebocoran Kas sebesar lebih kurang Rp 2,8 Milyar.

"Sisa Kas tersebut harusnya dikembalikan ke Kas Daerah namun oleh tersangka belum dikembalikan karena Kas di rekening An. Bendahara Pengeluaran Setda Inhu sudah kosong (Tidak ada saldo) sehingga belum disetorkan ke Kas Daerah," paparnya.

Pada Januari 2012 Tersangka Rosdianto datang ke Sekda R Erisman menyampaikan bahwa ada ketekoran sementara Pemeriksaan BPK mau masuk.

"R Erisman memerintahkan kepada Rosdianto untuk segera menutupi hal tersebut dengan megatakan tutup cepat dana mana yang bisa diambil, dan dijawab Rosdianto tidak tahu, namun Rosdianto menyampaikan bahwa ada Dana UP dan R Erisman memerintahkan mencairkan dana tersebut untuk menutupinya," ujar Roy Modino.

Akhirnya Selaku Pengguna Anggaran (PA) menerbitkan SPM (Surat Perintah Membayar) dana UP dan membawanya ke Kabag Adm Keuangan untuk diterbitkan SP2D yang juga menjadi saksi dalam Kasus ini, yaitu Hasman Dayat, tutupnya.

Sebelum ditahan di rutan kelas II B Rengat mantan Sekda ini sempat menelpon pihak keluarganya untuk menyampaikan penahanan dirinya. Serta selanjutnya diangkut dengan mobil tahanan pidsus ke rutan guna penahanan 20 hari kedepan.

Sementara itu pengacara R Erisman Wismar mengatakan bahwa pihaknya akan berupaya untuk mengajukan penangguhan penahanan. Serta berharap agar pihak kejaksaan dapat mengabulkannya.

R24/awa/ton

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru