riau24 SPS Bangun 10.000 Unit Rumah Subsidi di Lima Lokasi | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

SPS Bangun 10.000 Unit Rumah Subsidi di Lima Lokasi

1
Berita Riau -  SPS Bangun 10.000 Unit Rumah Subsidi di Lima Lokasi

Riau24.com - Mendukung Program Sejuta Rumah yang dibesut Pemerintah, PT Sri Pertiwi Sejati (SPS) menargetkan pembangunan 10 ribu unit rumah subsidi tahun depan. Angka ini meningkat lebih dari tigakali lipat dibanding pencapaian PT SPS tahun ini yang “hanya” 3000 unit. Untuk mengembangkan 10.000 unit rumah tersebut, SPS merogoh kocek Rp200 miliar – Rp300 miliar.

“Pembangunan rumah subsidi ini akan dilakukan di lima lokasi perumahan, yakni Grand Cikarang City (520 hektar), Kota Serang Baru (200 hektar), Villa Kencana Cikarang (100 hektar), dan dua lokasi baru di Cikarang dan Setu Bekasi (120 hektar),” jelas Asmat Amin, Managing Director PT Sri Pertiwi Sejati.

“Untuk ketiga perumahan yang telah dikembangkan, total unit yang terbangun mencapai 15.000 unit, dimana 70% – 80% adalah rumah subsidi seharga Rp126 juta. Sementara di Villa Kencana Cikarang, kami akan membangun total 8.000 unit rumah, semuanya rumah subsidi,” kata Asmat.

Menurutnya, pangsa pasar rumah subsidi SPS adalah karyawan yang bekerja di sektor industri. Tercatat sebanyak 80% perusahaan di Cikarang telah bekerjasama dengan SPS.  “Keunggulan rumah subsidi kami adalah lokasi dan track record yang baik, sementara lahan yang dapat dijadikan rumah subsidi (maksimal Rp200 ribu per meter persegi) juga sudah tergolong langka,” urai Asmat.

Selain itu, SPS juga menjalin kerjasama dengan BPJS untuk pembangunan 1.200 unit rumah bagi karyawan BPJS. Lahan disediakan SPS, sementara uang muka dan kredit konstruksi diberikan oleh Bank BTN dengan bunga KPR lebih tinggi 3% dari BI rate.

Sebelumnya, ungkap Asmat, SPS menerima penghargaan dalam BTN Property Award 2015 sebagai Peringkat Pertama Kategori Realisasi KPR dan Perbanas Award 2015 sebagai Penyedia Perumahan Terbanyak tingkat nasional.

Dia memaparkan, angka backlog saat ini sudah menyentuh 15 juta. bertambah 800.000 sementara suplai hanya 400.000 per tahun. Artinya setiap tahun bertambah 400.000 backlog baru.

Menyongsong 2016, Asmat memprediksi kondisi properti akan lebih baik. Prospek rumah menengah ke bawah masih bagus, namun rumah dengan harga di atas Rp800 juta masih cukup berat.

“Konsumen rumah subsidi hanya perlu didukung pemerintah di sisi KPR. Jika perlu bunga KPR disubsidi hingga jadi nol persen. Saya yakin backlog bisa teratasi,” katanya.

R24/rno 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Rini
Senin, 22 Februari 2016 11:14 wib
kapan ada program ini Di Taluk Kuantan - Riau
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru