riau24 Wartawan 'Zuhdi Febrianto' jadi Korban dari Kongres HMI, Babak-Belur Dipukuli Polisi | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

Wartawan 'Zuhdi Febrianto' jadi Korban dari Kongres HMI, Babak-Belur Dipukuli Polisi

0
Wartawan Laksanakan Tugas, Dipukul Polisi (Ilustrasi)
Berita Riau -  Wartawan 'Zuhdi Febrianto' jadi Korban dari Kongres HMI, Babak-Belur Dipukuli Polisi
Pekanbaru, Riau24.com - Karena tidak bersedia akan pengamanan petugas kepolisian saat terjadinya kerusuhan di Kongres HMI. Maka seorang wartawan yang disaat itu mengabadikan kejadian kericuhan ini, Zuhdi Febrianto ini jadi babak-belur dihajar beberapa polisi.
  
Zuhdi yang merupakan wartawan www.riaunoline ini menjadi korban korban rusuh Kongres HMI ke-29 di Pekanbaru tersebut. Korban ini sedang melakukan tugasnya saat memotret ini petugas menangkap seorang peserta kongres HMI ke-29 di Pekanbaru, Sabtu (5/12/15). 
 
Karena saat itu, polisi yang disaat meamankan peserta kongres itu, tidk terima diabadaikan, langsung merebut kamera milik Zuhdi, dan lalu menghajar korban. Tapi tidak dengan tangan kosong, tapi juga memakai petungan rotan. Hal itu, kepala korban jadi terluka parah. 
 
Dalam kondisi korban berdarah-darah itu, dilarikan ke RS Safira Pekanbaru. Petugas medis lantas melakukan penanganan intensif. Selain dijahit. Juga dilakukan CT Scan terhadap kepalanya korban. Karena, dikawatirkan mengalami geger otak akibat dari pemukulan. 
 
Terkait hal ini, Pemimpin Redaksi Riauonline Fachrulrozy, menyebut tidak menerima aksi kekerasanya oknum kepolisian tersebut. "Saat diperiksa itu, ada terdapat ini dua luka terbuka yang dialami korban dan dijahit. Dilakukan ini CT Scan, dikhawatir geger otak,” tuturnya.
 
Fachrulrozy ini juga Ketua Aliansi Jurnalis Indepeden (AJI) Riau itu, mengatakan, mengecam tindakan prilaku oknum polisi itu terhadap wartawan. Karena tindakan yang demikian meanggap manusia itu seperti binatang. Terlebih lagi itu pada wartawan tunjukan identitas.
 
"Untuk itu, saya sebagai Pimred dari Riauonline ini dengan secara pribadi menyatakan protesa. Dan secara organisasi AJI, juga tidak dapat terima aksi kekerasan yang dilakukan oknum polisi. Apa yang seperti itu diajarkan dalam tindak pengamanan rusuh," ungkapnya.
 
R24/rul
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru