riau24 Menengok dari Dekat Kota Pusat Operasi ISIS di Suriah | Berita Riau
Jumat, 15 Desember 2017

Menengok dari Dekat Kota Pusat Operasi ISIS di Suriah

2
Serangan udara yang menerjang Raqqa beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Reuters/Nour Fourat )
Berita Riau -  Menengok dari Dekat Kota Pusat Operasi ISIS di Suriah
Jakarta, Riau24.com - Rajam dan pemenggalan. Pos pemeriksaan di tiap sudut. Sekolah dilarang. Cokelat pun jadi barang mahal karena sulit bekerja. 

Begitulah gambaran kehidupan sehari-hari di Raqqa, kota yang menjadi pusat operasi kelompok ISIS di Suriah. Informasi itu berasal dari sumber CNN di kelompok Raqqa is Being Silently Slaughtered (RBSS). 

“Kami tidak hidup, kami tak punya kehidupan,” tutur seorang perempuan 27 tahun yang tak mau disebutkan namanya, kepada kelompok tersebut. Satu-satunya informasi yang bisa keluar dari Raqqa berasal dari kelompok aktivis itu.

Ada ribuan warga sipil yang masih tinggal di Raqqa dan hidup di bawah hukum Islam yang keras. Mereka tak bisa melarikan diri karena jalanan ditutup dan banyaknya pos pemeriksaan. 

Kerasnya kontrol dari kelompok ISIS tak cukup menyusahkan penduduk. Mereka masih harus selalu waspada menghadapi ‘hujan’ bom dari langit. 

Pasukan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat mulai mengebom Raqqa sejak September 2014. Sejak itu, Rusia, Prancis, dan Inggris terus mengirimkan pesawat tempurnya untuk membombardir jantung pertahanan ISIS. 
Perempuan itu bercerita, lingkungannya terkena salah satu bom yang dijatuhkan Rusia. Akibatnya Raqqa jadi seperti kota hantu karena listrik padam. 

Prancis tak kalah gencar. Sejak serangan yang diduga dilakukan kelompok ISIS di Paris yang menewaskan 130 orang, Prancis membom Raqqa pada November lalu. 

Sebuah gedung komando, pusat perekrutan, gudang amunisi, dan pusat pelatihan, luluh lantak akibat serangan Prancis. Menurut RBSS, beberapa anggota ISIS tewas, termasuk Jihadi John, sang penjagal yang kerap muncul di video-video yang dilansir ISIS. 

Salah satu pendiri RBSS, Abdalaziz al-Hamza, kepada CNN, mengatakan pejuang ISIS kerap memakai warga sipil sebagai tameng. Mereka tinggal di bangunan yang sama dan memakai sekolah sebagai kantor pusat. 

Dulu Raqqa adalah kota paling liberal di Suriah. “Kalian bisa melakukan apa saja, merokok, memakai apapun yang kalian mau,” tutur aktivis RBSS lainnya. 

Kini situasi berubah. Di samping hukum syariah yang keras, masyarakat pun sulit mendapatkan pekerjaan kalau tak bergabung dengan ISIS. Akibatnya makanan sederhana seperti pisang dan cokelat pun terasa mahal.

R24/rno 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Rabu, 13 Desember 2017 11:55 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA & ANJING ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/Ms1ZMuu.jpg
Hardono
Selasa, 08 Desember 2015 13:55 wib
Begitulah...apa yang dibuat oleh pemimpin barat membuat isis dan mengadu domba umat, dulu suriah, irak, afganistan dll tenang hidup aman dan damai...karena ulah negara2 tsb jadi kacau.
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru