riau24 Penanganan Kebakaran Hutan Tak Berkembang 30 Tahun Terakhir | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

Penanganan Kebakaran Hutan Tak Berkembang 30 Tahun Terakhir

1
Pesawat milik maskapai penerbangan Lion Air menunggu keberangkatan di Bandara Sultan Mahmud Badarudin (SMB) II Palembang yang diselimuti kabut asap, Sumatera Selatan, Kamis (27/8). (AntaraFoto/ Nova Wahyudi)
Berita Riau -  Penanganan Kebakaran Hutan Tak Berkembang 30 Tahun Terakhir

Jakarta-Riau24.com -- Kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di Indonesia telah terjadi hampir 30 tahun lamanya. Sayangnya penanganan kasus kebakaran hutan tersebut tidak mengalami perkembangan yang signifikan.

"Kebakaran hutan bukan baru terjadi kemarin, tapi sudah 18 tahun. Bahkan jika dihitung sejak medio 1980-an artinya sudah 30 tahun terjadi," kata Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Teguh Surya saat ditemui di Jakarta, Kamis (10/9).

Teguh menyampaikan keluhannya tersebut dalam sebuah jumpa pers yang diadakan Greenpeace Indonesia terkait dengan masalah karhutla yang melanda Indonesia saat ini.

Manager Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Kiki Taufik menambahkan sebagian besar kebakaran yang terjadi di Indonesia melanda lahan yang ditanami oleh tanaman gambut. Padahal, gambut akan sulit terbakar seandainya terendam air atau kandungan airnya tinggi.

Namun, jika gambut kering maka tanaman tersebut bisa terbakar dengan sangat mudah. "Itu bukan hanya di Sumatera tapi terjadi juga di Kalimantan," kata Kiki.

Berdasarkan data yang dimiliki Greenpeace Indonesia, yang diambil dari satelit NASA, hampir setengah karhutla terjadi di lahan gambut. Sayangnya, data tersebut adalah data tahun 2010 karena saat ini akses tersebut tidak bisa diperlihatkan secara bebas.

"Untuk hotspot atau titik api, ada 3464 yang terjadi di lahan gambut dan 5076 di lahan mineral," kata Kiki.

Kiki pun menunjukkan data di mana dalam lima tahun terakhir karhutla di Indonesia mengalami peningkatan signifikan.

Pada 2010, berdasarkan data NASA, terdapat sekitar 1.239 titik api di seluruh Indonesia. Sedangkan pada 2011, titik api meningkat tajam hingga mencapai angka 5.701 titik.

Pada 2012, titik api kembali meningkat sedikit menjadi 5.848 titik, dan sempat menurun pada 2013 menjadi sekitar 5.700-an titik api.

"Pada 2014 kemarin titik api meningkat tinggi hingga mencapai 10.361 titik. Sementara di 2015, sampai 7 September kemarin jumlah titik api ada 8.540 titik," kata Kiki. 

Video Channel Riau24 TV




Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Rabu, 25 Oktober 2017 16:52 wib
Mari Mencoba Keberuntungan Anda bersama kami di Bolavita : Kami menyediakan Promo Bonus Sportbook, Casino, Tangkas & Sabung ayam. Bonus Refferal, Rolinggan, Potongan togel dan Cash Back 10% Yang dibagikan Setiap Minggunya. Mari Bagi yang Hobby Dengan Permainan Game Online, Dapatkan Bonus-bonus yang dibagikan Oleh Bolavita. Dengan Pelayanan Terbaik, Costumer Servis Yang Ramah Dan Profesional, Siap Melayani Anda 24 Jam NonStop Setiap Hari. Info Lebih Lanjut Bisa Hub kami Di : YM1 : bola.vita
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru