riau24 300 Peserta Ikuti Bimtek Hisab dan Rukyat 2015 | Berita Riau
Jumat, 15 Desember 2017

300 Peserta Ikuti Bimtek Hisab dan Rukyat 2015

0
Pj Wako diwakili staf ahli buka bimtek Hisab dan Rukyat 2015
Berita Riau -  300 Peserta Ikuti Bimtek Hisab dan Rukyat 2015

Dumai, Riau24.com – Pemerintah Kota (Pemko) Dumai melalui Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Dumai menggelar kegiatan Bimtek Hisab dan Rukyat tahun 2015 yang secara resmi di buka Pj Walikota Dumai Drs. Arlizman Agus, Sabtu (5/12/2015) kemarin.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (Sabtu dan Minggu) itu dipusatkan di Gedung Sri Bunga Tanjung, Pendopo, Jalan Putri Tujuh Dumai dengan peserta sebanyak 300 orang yang berasal dari unsure Mubaligh, Pengurus Masjid/Mushalla, Organisasi Kemasyarakatan/Keagamaan, Aparatur Kecamatan dan Kelurahan se Kota Dumai.

Dalam sambutannya, Pj Walikota Dumai Arlizman Agus berharap kepada peserta Buimtek agar dapat mengikuti kegiatan ini dengan seksama dan dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik – baiknya.

“ Ya, tujuan dilaksanakannya bimtek ini tentunya untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kita dalam metode hisab dan rukyat. Dan melalui bimtek ini pula kita satukan persepsi dan suara dalam hisab dan rukyat,” harap Pj Wako yang disampaikan Staf Ahli Pemko Dumai Eldar Afinta saat membuka Bimtek Hisab dan Rukyat 2015.

Menurutnya, Problematika perbedaan yang saat ini terjadi di Indonesia dalam bidang kajian ilmu falak, khususnya untuk menentukan penanggalan masehi atau jatuhnya bulan Ramadhan dan syawal adalah tidak terlepas dari dua metode yang digunakan dalam penentuan tersebut yakni Hisab dan Rukyat.

“ Kedua istilah ini merupakan implementasi atau penafsiran dari hadist – hadist Baginda Rasulullah SAW,” bebernya.

Lanjutnya, Permasalahan Hisab dan Rukyat ini merupakan bagian dari persoalan ubudiyah umat islam yang sangat terkait dengan ilmu astronomi. Kalender Islam Indonesia merupakan khazanah umat Islam terbesar dan sangat memgembirakan sebagai kreativitas, inovasi, dan kekayaan intelektual muslim para ahli hisab dan rukyat serta astronom, namun disisi lain sangat memprihatinkan dimana semakin banyak system yang ada dan digunakan oleh masyarakat akan semakin sering terjadi perbedaan.

“ Oleh karena itu, perlu adanya kerjasama yang baik dari pemerintah beserta kita seluruh umat muslim dalam ikut berpartisipasi penentuan kalender Islam. Sehingga, kita laksanakan bimtek ini untuk membentuk umat muslim yang bersatu padu dengan memberikan pengetahuan secara jelas tentang penentuan kalender islam dari metode Hisab dan Rukyat,” tukasnya.

Sementara, Panitia Pelaksana H. Asnam menyebutkan, dasar terlaksananya bimtek ini yakni, Undang – Undang No 32 tahun 2004 tentang Pemda, Perda Kota Dumai No 1 tahun 2015 tentang APBD 2015, Perwako Dumai No 03 tahun 2015 tentang penjabaran APBD 2015 dan DIPA Bagian Adm Kesra Setdako Dumai.

Maksud dan tujuan terlaksananya Bimtek ini, kata Asnam yang juga Kabag Kesra Setdako Dumai, meningkatkan pengetahuan para mubaligh, pengurus masjid/mushalla dan aparatur pemerintah mengenai Hisab dan Rukyat serta memberikan pemahaman kepada para peserta terkait penentuan arah kiblat yang sesuai dengan ketentuan perundang – undangan dan agama.

“ Tujuannya, ialah peserta dapat mengerti dan memahami tentang pengertian dasar dan teknik pengukuran/perhitungan Hisab dan Rukyat,” ujarnya.

Kegiatan Bimtek yang berlangsung selama dua hari (5-6/12) ini mendatangkan narasumber yakni, Doktor Seriatin Shodiq selaku Ketua Yayasan Al-Falakiyah dari Surabaya dan H. Zulkifli Hasibuan dari Kementrian Agaman Kota Dumai.

R24/awa/dik 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru