riau24 Jika Novanto Lolos Jeratan Sanksi, Publik Makin Tak Percaya DPR? | Berita Riau
Selasa, 12 Desember 2017

Jika Novanto Lolos Jeratan Sanksi, Publik Makin Tak Percaya DPR?

1
Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon (Liputan6.com/Johan Tallo)
Berita Riau -  Jika Novanto Lolos Jeratan Sanksi, Publik Makin Tak Percaya DPR?
Jakarta, Riau24.com - Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Sebastian Salang menilai, Setya Novanto merupakan seorang politikus yang licin bagai belut. Ketua DPR asal Partai Golkar itu sudah banyak lolos dari dugaan sejumlah kasus.

"Setya Nvanto ini seorang politisi yang lihai. Ini pemain politik yang hebat.‎ Tidak cuma dugaan pelanggaran etik saja berpotensi bisa lewat, tapi berkali-kali diperiksa di KPK dulu dia tetap lolos," kata Sebastian usai diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (5/12/2015).

Menurut Sebastian, 'kelolosan' Setya Novanto dalam dugaan sejumlah kasus membuktikan dia memang lihai dan hebat sebagai seorang politikus. Misalnya, ketika dugaan pelanggaran etik ketika dia dan pimpinan DPR lain mendatangi kampanye kandidat calon Presiden Amerika Serikat, Donal Trump. Novanto hanya mendapat sanksi teguran lisan.

"Saat diproses soal Trump yang lalu, faktanya hanya teguran lisan saja," kata dia.

Karena itu, Sebastian khawatir, Setya juga akan lolos dalam dugaan pelanggaran etik‎ terkait pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla ini. Sama dengan sejumlah kasus yang ditengarai melibatkan Setya sebelumnya.

"Potensi lolos dari jeratan ini ada. Tidak menutup kemungkinan dia lolos," ujar dia.

Jika Setya lolos dan MKD hanya memberi sanksi ringan, dampaknya bisa berbahaya, publik semakin tidak percaya kepada DPR. Mengingat, masyarakat turut mengikuti perkara ini sejak awal dan telah memiliki kesimpulan sendiri berdasarkan bukti-bukti yang ter-publish, seperti transkrip rekaman dari Menteri ESDM Sudirman Said.

"Kalau sampai dia lolos kali ini, maka kemudian ketidakpercayaan publik terhadap DPRakan semakin merosot tajam. Karena masyarakat sudah punya penilaian berdasarkan bukti-bukti yang ada," kata Sebastian.

MKD DPR sudah melakukan 2 kali sidang kasus dugaan pelanggaran kode etik Ketua DPR Setya Novanto, terkait dugaan pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden soal perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia.

Sidang ini merupakan buntut dari pelaporan Menteri ESDM Sudirman Said atas dugaan lobi dan permintaan saham oleh Setya Novanto, jika berhasil memuluskan perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia.

Dalam sidang itu, MKD telah meminta keterangan Sudirman dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin.‎ Kedua orang itu mendapat banyak cecaran pertanyaan dari MKD.

R24/rno
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Minggu, 15 Oktober 2017 06:51 wib
LIVE BULL DI CF88 AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !!
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru