riau24 Setya Novanto Hadiri Sidang MKD, Benarkah Karena Syarat Ini? | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

Setya Novanto Hadiri Sidang MKD, Benarkah Karena Syarat Ini?

1
Ketua DPR RI, Setya Novanto berpidato pada Pertemuan Keempat para Ketua Parlemen Dunia (4th World Conference of the Speakers of Parliament) di Markas Besar PBB di New York, 31 Agustus 2015. (Foto PTRI New York)
Berita Riau -  Setya Novanto Hadiri Sidang MKD, Benarkah Karena Syarat Ini?
Jakarta, Riau24.com -  Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR memastikan Ketua DPR Setya Novanto memenuhi panggilan dalam persidangan hari ini, Senin 7 Desember 2015. "Ya, beliau sudah mengkonfirmasi akan datang esok untuk pemeriksaan," ujar salah satu Wakil Ketua MKD dari partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad saat dihubungi oleh Tempo Minggu, 6 Desember 2015. Sebelumnya MKD mengirimkan surat panggilan kepada Setya pada hari Jumat lalu.

Kepastian kedatangan Setya juga dikonfirmasi oleh anggota MKD lainnya. "Ya, saya kira beliau akan datang," ujar Syarifudin Sudding. Ia mengatakan pemeriksaan Setya dijadwalkan pada pukul 09.00 WIB di ruang rapat MKD di komplek Parlemen DPR.

Kepastian Setya Novanto datang, menurut salah satu politikus DPR setelah sebelumnya beredar kabar Novanto hanya mau datang jika sidang MKD berlangsung tertutup. SIdang MKD sendiri akan difokuskan pada pemeriksaan, sejauhmana Setya Novanto melanggar etika. 

Permintaan Novanto agar sidang berlangsung tertutup, menurut politikus itu, didasarkan atas Pasal 132 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD jelas menyebutkan bahwa sidang MKD berlangsung tertutup.

Meski Pasal 132 UU MD3 mengatur agar sidang MKD bersifat tertutup, terdapat aturan lain yang memungkinkan sidang MKD berlangsung terbuka. Pasal 15 Peraturan DPR Nomor 2 Tahun 2015 tentang Tata Beracara MKD menyebutkan bahwa sidang MKD bersifat tertutup, kecuali dinyatakan terbuka oleh sidang MKD. Kesepakatan untuk melakukan sidang terbuka ini juga sudah diputuskan MKD dalam rapat pleno pada 24 November 2015.

Anggota MKD Supratman Andi Agtas mengaku mendengar soal permintaan agar sidang Novanto berlangsung tertutup. Namun ia menyangkal ada deal soal ini. "Kita lihat bagaimana keputusan forum MKD besok," kata Supratman.

Supratman mengatakan, terbuka atau tertutup, Novanto akan rugi jika mangkir dari panggilan MKD. "Karena akan kehilangan momentum untuk memberikan klarifikasi," kata Supratman usai diskusi "Indonesia Tanpa Freeport" di Cikini, Jakarta, Minggu.

Setya Novanto menjadi pesakitan saat namanya dilaporkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said je MKD. Setya diduga melakukan pelanggaran etika. Sudirman memberikan bukti rekaman percakapan yang diduga berisi percakapan antara Setya, Marouf Sjarifuddin Presiden Direktur Freeport, dan Riza Chalid, pengusaha.

Rekaman yang kemudian menjadi bahan perdebatan di MKD ini dilakukan pada Juni 2015. Marouf mengaku yang merekam percakapan ini. Sebelum Setya, Marouf dan Sudirman sudah dipanggil MKD untuk diperiksa sebagai saksi dan pelapor. Riza juga sebenarnya sudah dipanggil pada hari Kamis lalu, namun tak memenuhi panggilan MKD. 

R24/rno 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Sabtu, 28 Oktober 2017 10:16 wib
SABUNG AYAM DAN PACUAN KUDA ======> AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !! [URL=http://www.bolavita.net/register/] https://i.imgur.com/e82iK8s.jpg
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru