riau24 "Oknum Polisi yang Injak-injak Kebebasan Pers, itu Tanggung Jawab Kapolresta " | Berita Riau
Kamis, 14 Desember 2017

"Oknum Polisi yang Injak-injak Kebebasan Pers, itu Tanggung Jawab Kapolresta "

0
Berita Riau -
Pekanbaru, Riau24.com - Tindak kekerasan terhadap wartawan ini terulang kembali, yang seperti hal dialami Zuhdy Febryanto. Saat itu dikeroyok beberapa oknum Polisi Kota Pekanbaru di Kongres HMI di Pekanbaru, Sabtu (5/12/2015).
 
Zuhdy Febriyanto bersama para wartawan lainya meliput sejumlah personel dari Polresta Pekanbaru mengamankan aksi pria di GOR, tempat kongres HMI. Wartawan mengambil gambar ini mengikuti polisi menyeret tersebut hingga di depan pintu gerbang GOR.
 
Sejumlah personel polisi ternyata tidak senang kejadian diliput oleh awak media. Seseorang polisi itu kemudian berteriak dan ini sambil mendorong pagar yang mengenai kepala Zuhdy. Saat itu, mencoba membela diri sambil menunjukkan kartu persnya.
 
Direktur LBH Pekanbaru-YLBHI, Daud Frans SH di siaran persnya mengecam tindakan represif dari aparat kepolisian. Pasalnya, kata Daud, sudah jelas menciderai dan menginjak kebebasan Pers sudah di atur dalam UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers.
 
"Aparat telah menunjukkan sikap arogansinya dan mengekang dari kebebasan Pers dengan lakukan pengeroyokan terhadap wartawan yang itu sedang melakukan tugas jurnalistik," ungkap Daud, sembari
menjelaskan apapun alasan Polisi tidak dapat diterima.
 
Karena ujarnya, tindak kekerasan itu melanggar Hak Asasi Manusia.
Terlebih lagi korbanya merupakan seorang wartawan melaksanakan tugas. Ditegaskan bahwa Polisi ini melanggar Peraturannya sendiri, yaitu melanggar Pasal 19 UU No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian.
 
"Selain juga Peraturan Kapolri No. 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Standar HAM Kepolisian dimana polisi dalam menjalankan tugasnya harus menjunjung tinggi hak asasi manusia dan dilarang untuk menggunakan kekerasan," kata Daud.
 
LBH Pekanbaru katanya, protes keras yang dikarena polisi tidak menghormati Profesi Jurnalistik. Kekerasan yang ditujukan kepada wartawan, Zuhdy Febriyanto menunjukkan bahwa polisi tidak menerapkan standar HAM dalam menjalankan tugasnya. 
 
R24/rul
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru