riau24 Tuntut Kapolresta Tindak Tegas Petugas Kekerasan Terhadap Wartawan | Berita Riau
Jumat, 15 Desember 2017

Tuntut Kapolresta Tindak Tegas Petugas Kekerasan Terhadap Wartawan

0
Berita Riau -  Tuntut Kapolresta Tindak Tegas Petugas Kekerasan Terhadap Wartawan

Pekanbaru, Riau24.com - Wartawan adalah orang yang pekerjaannya mencari, mengumpulkan, memilih, mengolah berita dan menyajikan secepatnya kepada masyarakat luas melalui media massa, baik yang tercetak maupun elektronik. Yang dapat disebut sebagai wartawan adalah reporter, editor, juru kamera berita, juru foto berita, redaktur dan editor audio visual. Mencari berita tidaklah segampang yang dipikirkan. Banyak hal yang harus dihadapi oleh wartawan untuk mendapatkan sebuah berita. Akan tetapi, jika ada kekerasan yang dilakukan terhadap wartawan, tentu ini sudah diluar jalur semestinya. Hal-hak wartawan seolah sudah dijengkali.

Atas aksi kekerasan yang dilakukan petugas kepolisian terhadap salah satu wartawan, maka seluruh Wartawan dari seluruh media di Pekanbaru menggelar aksi solidaritas atas kasus pemukulan yang menimpa Zuhdi, salah satu wartawan media Online di Pekanbaru. Zuhdi dikeroyok oknum Sabhara Polresta Pekanbaru, Sabtu (5/12/2015) lalu.

Aksi yang dilakukan di Mapolda Riau ini tidak terlalu mendapatkan pengawalan ketat dari pihak Kepolisian. Hanya tampak beberapa polisi yang mengawal jalannya aksi ini.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Febrianto Budi Anggoro dalam orasinya meminta Pihak Polda Riau mengusut tuntas kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Oknum Kepolisian kepada salah satu wartawan Online di Pekanbaru.

"Usut tuntas kasus ini. Polisi dan wartawan adalah mitra jadi kenapa malah kami dipukuli. Wartawan adalah mitra, bukan preman. Jika Polresta Pekanbaru tak mampu mengusut tuntas kasus ini dengan tegas, kami meminta Kapolresta dicopot,tandasnya"

Sebelumnya diberitakan, Zuhdi Febrianto wartawan Riauonline menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan aparat kepolisian yang mengamankan Kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di gelanggang Olahraga Remaja (GOR) jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Riau, Sabtu (5/12/2015) siang.

Zuhdy dipukul dengan rotan sehingga mengakibatkan kepalanya bocor. Bahkan, dia juga ditendang setelah mengabadikan seorang peserta kongres yang diamankan polisi karena dianggpa mengganggu ketertiban Kongres HMI.

Saat Polisi mengamankan sambil memukuli peserta kongres tersebut, Zuhdi pun menjalankan tugasnya untuk mengambil foto. Namun, seketika itu seorang polisi berusaha merampas kamera yang digunakannya dengan paksa.

Tak ayal, Zuhdi yang memang sudah menggantungkan identitas wartawannya menunjukkan Id pers tersebut kepada polisi itu.

"Kami dari media bang," ujar Zuhdi. Namun ucapan Zuhdi itu malah membuat polisi semakin beringas dan mengejarnya sehingga terjadi insiden pemukulan.

R24/mla

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru