riau24 MKD DPR Ambil Langsung Rekaman Freeport ke Kejaksaan | Berita Riau
Minggu, 17 Desember 2017

MKD DPR Ambil Langsung Rekaman Freeport ke Kejaksaan

1
Pimpinan MKD Surrahman Hidayat, Junimart Girsang, dan Sufmi Dasco Ahmad, di meja pimpinan MKD, Rabu (2/12). (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Berita Riau -  MKD DPR Ambil Langsung Rekaman Freeport ke Kejaksaan
Jakarta, Riau24.com - Mahkamah Kehormatan Dewan DPR RI menjemput bola perkara dugaan pelanggaran etika yang dilakukan Ketua DPR Setya Novanto. Wakil Ketua MKD Sufmi Dasco Ahmad mengatakan pimpinan akan mendatangi Kejaksaan Agung. 

Dasco mengatakan dirinya akan ke kejaksaan bersama Wakil Ketua MKD Kahar Muzakir dan Junimart Girsang. Pimpinan MKD akan meminta rekaman asli pembicaraan Setya Novanto yang diduga mencatut nama Presiden Joko Widodo terkait perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia.

Rekaman itu diserahkan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin ke kejaksaan pada Kamis (3/12/2015) lalu. ‎Sebab, kejaksaan sedang menyelidiki dugaan pemufakatan jahat Setya Novanto yang bisa berujung pada tindak pidana korupsi sesuai isi Pasal 15 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Iya. Hari ini ke kejaksaan mau minta alat bukti secara langsung," ujar Dasco di Gedung Nusantara II DPR RI, Jakarta, Selasa (8/12/2015).

Politikus Partai Gerindra ini menuturkan, nantinya rekaman tersebut akan langsung diserahkan ke kepolisian untuk diuji forensik suara tiga orang dalam perbincangan berdurasi 87 menit tersebut. Menurutnya, uji forensik segera perlu dilakukan untuk membantu MKD menentukan sikap selanjutnya.

"Kalau disimpan disini takut hilang. Apalagi besok libur (Pilkada)," katanya. 

Sebelumnya, MKD telah meminta Maroef Sjamsoeddin untuk memberikan rekaman asli perbicangannya bersama Setya Novanto dan Riza Chalid. Rekaman itu diminta saat MKD memeriksa Maroef pada Kamis (3/12/2015) lalu. Namun, Maroef tidak dapat memberikan rekaman itu secara langsung karena kejaksaan sedang menyelidikinya terlebih dahulu. 

Telepon genggam Maroef dianggap berharga karena digunakan untuk merekam perbincangannya bersama dua tokoh penting tersebut. Rekaman itu yang diserahkan Maroef ke Menteri ESDM Sudirman Said dan berujung pada pelaporan Sudirman ke MKD.

Dalam laporan Sudirman, Setya Novanto disebut telah mencatut nama Presiden untuk mengamankan perpanjangan kontrak karya PT Freeport yang akan habis masanya pada tahun 2021.

Maroef mengaku sengaja merekam perbincangannya dengan Setya dan Riza karena merasa tak nyaman dan curiga. Dia mempertanyakan Setya yang membahas perpanjangan kontrak karya Freeport Indonesia tanpa anggota Komisi Energi DPR, melainkan pengusaha minyak yang notabene bukan otoritas berwenang. 

R24/rno 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Minggu, 15 Oktober 2017 06:56 wib
LIVE BULL DI CF88 AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !!
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru