riau24 Jelang Implementasi MEA, UMKM Harus Naik Kelas | Berita Riau
Kamis, 14 Desember 2017

Jelang Implementasi MEA, UMKM Harus Naik Kelas

0
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
Berita Riau -  Jelang Implementasi MEA, UMKM Harus Naik Kelas

Jakarta, Riau24.com - Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) diminta agar meningkatkan kapabilitas dan kualitas produknya agar dapat bersaing dengan Negara anggota ASEAN menjelang implementasi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Kesiapan pelaku UMKM sangat penting agar produk Indonesia tidak tergilas saat integrasi ekonomi ini diterapkan.

“Pelaku usaha sektor usaha kecil ini harus memanfaatkan peluang MEA,” ujar Anggota Komisi XI DPR RI Ahmad Sahroni dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (8/12/2015).

Dirinya mengatakan, beberapa warga menyampaikan pertanyaan tentang persyaratan peminjaman modal bagi UMKM. Usia produktif yang semakin meningkat ditambah pemberlakuan MEA dalam waktu dekat ini membuat warga cemas akan hilangnya kesempatan mereka mencari nafkah di suatu perusahaan.

Sehingga, lanjutnya tidak menutup kemungkinan banyak pencari kerja yang banting setir menggarap UMKM. Untuk itu, masyarakat meminta para pemangku kekuasaan agar meringankan persyaratan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk UMKM.

“Memang tidak mudah untuk mengubah suatu kebijakan lama karena pada dasarnya suatu kebijakan yang dibuat tidaklah akan menguntungkan semua pihak. Namun akan saya usulkan untuk mempermudah persyaratan peminjaman modal bagi UMKM yang dikeluhkan warga karena memberatkan mereka” lanjutnya.

Dia menilai, perhatian pemerintah terhadap sektor UMKM ini sangat besar. Ini ditandai dengan pengucuran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kendati hingga saat ini, realisasi penyalurannya.

Sampai dengan 23 November 2015 realisasi penyaluran KUR baru mencapai 41 persen atau sekira Rp12,3 triliun sampai Rp12,4 triliun dari target penyaluran KUR pemerintah sebesar Rp30 triliun dengan bunga sebesar 12 persen setahun dalam APBN Perubahan 2015. Di tahun 2016 pemerintah menargetkan penyaluran KUR dapat mengcover Rp100 triliun sampai Rp120 triliun dengan tingkat suku bunga 9 persen setahun.

Sahroni meminta masyarakat tidak perlu takut menghadapi MEA ini. MEA harus menjadi peluang serta tantangan bagi masyarakat Indonesia. “Saya merespons positif MEA ini. Ini ujian bagi pelaku usaha kita, apakah bisa naik kelas,” terangnya.

R24/rno 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru