riau24 Perbaikan Bendungan Kebun Nopi Capai Rp18 Miliar | Berita Riau
Rabu, 13 Desember 2017

Perbaikan Bendungan Kebun Nopi Capai Rp18 Miliar

0
Perbaikan bendungan kebun nopi butuh dana pusat
Berita Riau -  Perbaikan Bendungan Kebun Nopi Capai Rp18 Miliar
Kuansing, Riau24.com - Untuk memperbaiki bendungan Kebun Nopi yang jebol akhir tahun 2014 lalu, dibutuhkan dana kurang lebih Rp18 Miliar, karena harus dilakukan pembangunan baru dari areal venue dayung kebun nopi Desa Bukit Pedusunan sampai ke Desa Pulau Binjai.

Jadi untuk melakukan pembangunan bendungan atau saluran irigasi yang baru membutuhkan dana besar," Ungkap Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kabupaten Kuantan Singingi, H. Azwan, S. Sos melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) H. Erwan, S. Sos ketika dihubungi diruangkerjanya. Menurutnya, Dinas Bina Marga melalui Bidang Sumber Daya Air telah mengusulkan ke pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera 3 (BWSS 3).

" Sekarang ini yang menangani bendungan berada di BWSS 3," paparnya.

Oleh karena Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kabupaten Kuantan Singingi sangat berharap BWSS 3 tersebut, yang akan membangun karena APBD Kuansing relatif kecil. Hal ini disebabkan bendungan kebun nopi sudah harus dilakukan pembangunan baru yang berada di daerah perkebunan karet masyarakat dan bukan di tempat yang ada sekarang ini.

Sebab nantinya di daerah pembangunan saluran irigasi tersebut juga akan dibangun jalan inpeksi dengan lebar lebih kurang 4 meter, dan sangat berharap pula kepada masyarakat yang terkena areal perkebunan karetnya bersedia nantinya memberikan lahan atau membebaskan tanah perkebunan, demi pembangunan saluran irigasi yang direncanakan tersebut.

" Jika masyarakat tidak bersedia membebaskan tanah kebunnya, untuk pembangunan saluran dan jalan inpeksi tersebut, tentu akan menjadi kendala pula untuk membangunnya," tuturnya.

"Sedangkan tujuan di buatnya jalan inpeksi, untuk memberi peluang dan mempermudah masyarakat khususnya petani karet membawa karetnya dan juga hasil-hasil pertanian dan perkebunan," sebutnya.

Sementara saat sekarang ini telah dilakukan kegiatan DED (hasil survey
sedang berjalan) dan untuk penganggaran dilakukan tiga sumber dana
yakni melalui APBN melalui BWSS 3, APBD Provinsi Riau dan APBD Kuansing.

Sekarang ini sejak runtuhnya DAM venue dayung kebun nopi, maka saluran irigasi tidak dapat difungsikan lagi bahkan menjadi ancaman besar bagi petani yang akan melakukan penanaman padi di musim tanam tahun 2015/2016. Sebab selama ini para petani yang berada di hamparan luai meliputi Desa Bukit Pedusunan, Desa Luai serta sebagian Desa Seberang Pantai Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi, tidak lagi
memperoleh sumber air yang biasanya mengalir dari saluran irigasi bendungan atau venue dayung kebun nopi," ujarnya. 

"Akibat runtuhnya dam venue dayung Kebun Nopi Desa Bukit Pedusunan Kecamatan Kuantan Mudik, menyebabkan kondisi air semakin berkurang, dan tidak bisa lagi mengairi sawah yang dipergunakan sebagai usaha bercocok tanam padi. Kita sangat berharap, agar venue dayung Kebun Nopi Desa Bukit Pedusunan Kecamatan Kuantan Mudik yang dulunya sebagai tempat penyelenggaraan PON Riau ke-XVIII, diperbaiki tahun anggaran 2016 mendatang," tukasnya.

R24/awa/zar

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru