riau24 PDIP Berubah Sikap dalam Kasus Setya Novanto | Berita Riau
Senin, 18 Desember 2017

PDIP Berubah Sikap dalam Kasus Setya Novanto

1
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kedua kanan) berbincang dengan Ketua DPR Setya Novanto (kiri) diikuti Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani (kanan) usai menonton Pagelaran Peduli Bangun Majapahit di Teater Besar TIM
Berita Riau -  PDIP Berubah Sikap dalam Kasus Setya Novanto
Jakarta, Riau24.com - Sikap para anggota Mahkamah Kehormatan Dewan dari Fraksi PDI Perjuangan berubah dalam sidang Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto dibandingkan dua sidang sebelumnya.

Dalam sidang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said serta bos Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin, pada Selasa dan Kamis lalu, para politikus PDIP kompak ingin terbuka. Namun dalam sidang Setya Novanto, menurut anggota MKD Sarifuddin Sudding, mayoritas politikus PDIP tidak terlalu ngotot ingin sidang terbuka.

"Hanya satu orang dari PDIP yang ingin terbuka, dua lainnya tidak," kata Sudding pada Selasa, 8 Desember 2015. "Dalam persidangan banyak tidak bersikap dan saya tidak bisa membuka itu, silakan tanya ke PDIP."

Politikus Partai Hanura ini melanjutkan, sidang dua hari lalu sempat a lot. Hampir satu jam membahas ihwal terbuka atau tertutup. Dari 17 anggota, ucap dia, hanya lima yang ingin terbuka, yakni dia, Akbar Faisal dari Nasdem, Guntur Sasono serta Darizal Basir dari Demokrat, dan Wakil Ketua MKD Junimart Girsang dari PDIP yang menyela ingin sidang terbuka.

Sudding mengatakan setelah berdebat, Kahar Muzakir yang menjadi pemimpin sidang langsung mengetok palu agar sidang tertutup sesuai dengan keinginan Setya. Saat itu, kata dia, alasan Setya menginginkan sidang tertutup karena ada rahasia negara yang akan disampaikan. "Saat di persidangan ternyata tidak ada rahasia negara," katanya.

Junimart membenarkan hanya lima anggota yang menginginkan sidang terbuka. Namun dia tidak mau menyebut alasan anggota MKD dari PDIP lainnya, Muhammad Prakosa dan Marsiaman Saragih, menginginkan sidang itu tertutup. 

Menurut Junimart, apa yang dilakukannya sesuai dengan perintah partai yang ingin kasus ini berjalan sesuai dengan ranah hukum. Namun Junimart membantah melempemnya PDIP di sidang ini akibat lobi Golkar serta adanya pertemuan Setya di Teuku Umar yang dihadiri Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristianto, Junimart, dan Utut Adianto pada 26 November lalu. "Tidak ada pertemuan itu," katanya. "Saya tidak boleh bertemu dengan yang berkasus di Mahkamah."

Anggota MKD, Marsiaman Saragih, menampik sikapnya melunak di persidangan Setya. Menurut dia, perbedaan sikap itu terlihat karena Setya lebih banyak tidak mau menjawab pertanyaan yang dilontarkan anggota sidang. "Karena Setya tidak mengakui ada perbuatan itu," katanya. "Kalau ada yang menduga melunak, ya silakan saja."

Berbeda dengan Junimart yang membantah adanya pertemuan tersebut, Marsiaman mengatakan kalau ada pertemuan itu dan Setya hanya mengantar undangan pernikahan anaknya. "Saya enggak tahu persis, tapi tidak mungkin ada negosiasi."

R24/rno 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Minggu, 15 Oktober 2017 06:59 wib
LIVE BULL DI CF88 AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !!
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru