riau24 Pandangan Umum Fraksi Golkar Terhadap RAPBD 2016. Karmila: Kami ada Sebelas Rekomendasi | Berita Riau
Selasa, 19 Desember 2017

Pandangan Umum Fraksi Golkar Terhadap RAPBD 2016. Karmila: Kami ada Sebelas Rekomendasi

0
Anggota DPRD Riau Karmila Sari
Berita Riau -  Pandangan Umum Fraksi Golkar Terhadap RAPBD 2016. Karmila: Kami ada Sebelas Rekomendasi
Pekanbaru, Riau24.com - Fraksi Golkar DPRD Riau, memberikan sebelas rekomendasi didalam hal padangan umum. Ini disampaikan disaat Rapat Paripurna dipimpin Sunaryo didampingi sejawatnya dan dihadiri Plt Sekdaprov Yafiz.
 
Pandangan umum fraksi terhadap RAPBD Riau tahun 2016, Kamis (10/12), yang dibacakan anggota Fraksi Golkar DPRD Riau Karmila Sari dihadapan peserta rapat."Ini ada sebelas rekomendasi Fraksi Golkar," kata Karmila dihadapan peserta rapat paripurna. 
 
Namun dari beberapa antaranya, Fraksi Golkar ada menyinggung mengenai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Kontribusi dihasil Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Riau. Karena hingga kini belum tampak realisasinya sesuai diharapkan daerah ini.
 
"Kontribusi BUMD ini, dari catatan Fraksi Golkar ini belum signifikan. Maka perlu ada didukung regulasi yang jelas. Misalnya dalam rekrut komisaris dan Dirut. Contohnya di BUMD Pemprov DKI ini peraturan sangat jelas. Selain itu penguatan dan pembinaan harus melalui biro administrasi," katanya.
 
Lebih lanjut Karmila menegaskan, Pemprov Riau itu perlu blue print dalam pengembangan, bisa kerja sama dengan swasta. Kemudian perlu dipertegas punishment dan rewards. Karena, hal ini yang bisa diduga penyebab hingga kini yang terlihat minim kontribusi BUMD.
 
Juru bicara Fraksi Golkar ini juga menyebutkan, terkait kebakaran lahan dan hutan di Riau ini masih kerap terjadi tiap tahun, ini harus menjadi catatan penting. Hal dari bencana ini karena tidak adanya singkronisasi antar instansi atau SKPD dalam menangani.
 
Sedangkan terkait dengan RTRW ini, sambung anggota Komisi B ini tentunya akan mengganggu pada majunya pembangunan investasi di Riau, sehingga Pemprov Riau harus lebih serius dan semesti ini untuk sama-sama berjuang untuk mewujudkan terealisasi RTRW.
 
"RTRW merupakan PR harusnya diselesaikan, maka kita minta apa upaya dan juga langkah dilakukan atas ketidak jelasan RTRW. Yang mengganggu ini iklimnya investasi dan berdampak pada perekonomi
disuatu daerah, akibat tidak jelas RTRW," katanya.
 
R24/rul
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru