riau24 Melindungi Anak Merupakan Tanggung Jawab Semua Pihak | Berita Riau
Kamis, 14 Desember 2017

10 Hak Anak Harus Diberikan

Melindungi Anak Merupakan Tanggung Jawab Semua Pihak

0
Seorang anak sedang bermain
Berita Riau -  Melindungi Anak Merupakan Tanggung Jawab Semua Pihak

Dumai, Riau24.com - Indonesia sudah masuk dalam status darurat kekerasan terhadap anak. Untuk itu, perlu sinergitas dan gerakan masif yang sistematis untuk memerangi kejahatan terhadap anak.

“ Kejahatan anak adalah Extraordinary Crime ( kejahatan luar biasa) yang harus ditangani secara serius dan sungguh-sungguh. Sinergitas dan kerjasama semua pihak diperlukan untuk menghindari kekerasan terhadap anak,” tegas Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Indonesia Arist Merdeka Sirait dalam jumpa pers di Gedung Pendopo Sri Bunga Tanjung, Jalan Putri Tujuh, Kamis (10/12/2015).

Generasi selanjutnya yang akan meneruskan kiprah generasi masa sekarang tidak lain dari pada anak. Perkembangan masa yang akan datang bergantung pada potensi dan peran penting anak. Anak jugalah yang akan memajukan keluarga, sekolah, lingkungan masyarakatnya, bahkan bangsa dan negara.

Posisi anak sangat strategis. Namun akan menjadi persoalan yang begitu riskan manakala terjadi ketidakutuhan dalam perkembangan fisik, mental, dan spiritual anak. Jelas ketidakseimbangan dan ketidakselarasan akan mewarnai kehidupan anak.

“ Akibatnya anak tidak mampu menjalankan peran startegisnya sebagai generasi penerus. Sebagai langkah preventif, mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, anak harus dilindungi,” tegas Arist Merdeka Sirait.

Menurut Ketua Komnas Perlindungan Anak Indonesia ini, anak harus dilidungi. Karena  melindungi anak-anak memang merupakan tanggung jawab semua pihak.

“ Kota Dumai sebagai kota layak anak, diharapkan mampu memutus mata rantai kekerasan terhadap anak. Bila perlu perlindungan anak di tingkat kecamatan dan kelurahan dibentuk. Perlu kerjasama menghindari kejahatan terhadap anak,” tegas Arist Merdeka Sirait.

Dijelaskannya, anak memiliki harkat dan martabat yang sama dengan orang dewasa. Harkat dan martabat anak bersifat kodrati karena itu tidak ada alasan apapun, dalam bentuk apa pun, untuk mengabaikan hal itu. Sebab harkat dan martabat anak merupakan hak asazinya.

Anak juga memiliki hak untuk secara merdeka dalam kebebasannya diperlakukan sesuai hak asazinya. Perlindungan yang wajar dari orang dewasa, baik fisik maupun psikis, terhadap anak mutlak dilakukan.

Perlindungan merupakan salah satu hak anak yang harus dipenuhi, sebab tak melindungi anak  sama artinya dengan tidak mengindahkan atau melakukan pelanggaran terhadap hak asazi anak. Karena anak belum memiliki kemampuan yang cukup untuk melindungi diri sendiri.

Anak-anak memiliki ketergantungan yang sangat tinggi terhadap orang dewasa. UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menegaskan bahwa anak memiliki sejumlah hak, yaitu hak hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal.

Hak anak tersebut harus  mendapatkan jaminan. Jika tidak ada jaminan, maka anak tidak dapat hidup, tidak dapat tumbuh, tidak dapat berkembang, dan tidak dapat berpartisipasi secara optimal.

Dalam UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak: Negara, pemerintah, masyarakat, keluarga, dan orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan perlindungan anak.

Kata Merdeka Sirait, berdasarkan Konvensi Hak Anak PBB Tahun 1989, ada 10 hak yang harus diberikan yakni, Hak untuk bermain, hak untuk mendapatkan pendidikan, hak untuk mendapatkan Perlindungan, hak untuk mendapatkan nama (identitas, hak untuk mendapatkan status kebangsaan.

Selanjutnya hak untuk mendapatkan  makanan, hak untuk mendapatkan akses kesehatan, hak untuk mendapatkan rekreasi, hak untuk mendapatkan kesamaan serta hak untuk memiliki peran dalam pembangunan.

Sementara, Pj Walikota Dumai Drs. Arlizman Agus menambahkan, kejahatan terhadap anak merupakan kejahatan luar biasa, sehingga penanganannya harus dilakukan secara bersama-sama.

Dengan dikeluarkannya Perpu sebagai payung hukum perlindungan anak, diharapkan semua pihak lebih peduli terhadap perlindungan anak.

“ Memberikan perlindungan terhadap anak merupakan tanggungjawab bersama,” katanya.

Sedangkan, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Dumai Timo Kipda mengakui, banyak kejahatan terhadap anak terjadi di masyarakat. Seperti penganiayaan, perkosaan serta kejahatan lainnya.

“ Harapan kita  perlu kemitraan dengan semua pihak untuk mengantisipasi kejahatan terhadap anak,” ungkapnya.

R24/awa/dik 

Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru