riau24 Kejagung tak Ingin Tergesa Tetapkan Ketua DPR Tersangka | Berita Riau
Senin, 11 Desember 2017

Kejagung tak Ingin Tergesa Tetapkan Ketua DPR Tersangka

1
Jaksa Agung H.M. Prasetyo.ANT/Widodo S. Jusuf
Berita Riau -  Kejagung tak Ingin Tergesa Tetapkan Ketua DPR Tersangka
Jakarta, Riau24.com - Kejaksaan Agung tak ingin terburu-buru menuntaskan dugaan pemufakatan jahat Ketua DPR Setya Novanto. Gedung Bundar tak mau gegabah.

"Kita masih awal penyelidikan. Kita tak buru-buru, tapi pasti," kata Jaksa Agung H.M. Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (11/12/2015).

Kejagung tak akan menetapkan Novanto sebagai tersangka kalau tidak mengantongi bukti kuat. Tapi, saat ini Kejagung sudah menemukan indikasi pemufakatan jahat itu.

"Itu yang sedang kita dalami. Kita kerja keras," ujar Prasetyo.

Kasus yang belakangan tenar dengan sebutan `Papa Minta Saham` ini meledak lewat kicauan Menteri ESDM Sudirman Said. Dia menyebut politikus DPR, akhirnya diketahui Novanto, nekat menjual nama presiden dan wapres saat berbincang dengan Presdir PT Freeport Maroef Sjamsoeddin.

Menteri Sudirman mengantongi bukti rekaman perbincangan mereka. Terlibat aktif pula dalam rekaman obrolan itu pengusaha Riza Chalid. Novanto dan Riza saling tik-tok untuk meyakinkan Maroef bahwa proses kontrak karya PT Freeport bisa aman di tangan mereka.

Selain nama presiden dan wapres, Novanto dan Riza juga puluhan kali mencatut nama Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan. Juga belasan tokoh lainnya, seperti Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto, dan Wiranto. 

Novanto dan Riza secara bergantian sampai 66 kali menyebut nama Luhut. Pada satu kesempatan, Riza bahkan sempat mengatakan, "Pak, kalau gua, gua bakal ngomong ke Pak Luhut janganlah ambil 20%, ambillah 11% kasihlah Pak JK 9%. Harus adil, kalau enggak ribut."

Adalah Maroef yang diam-diam merekam `jualan` Novanto dan Riza. Bukti rekamanan utuh sudah diperdengarkan di Majelis Mahkamah Dewan (MKD), sementara handphone yang digunakan untuk merekam kini ada di tangan Kejaksaan Agung.

Kejagung terhitung sudah empat kali bolak-balik meminta keterangan Maroef untuk mengungkap dugaan pemufakatan jahat Novanto dan Riza. Menteri Sudirman baru sekali diperiksa, tapi berkomitmen siap kapan pun kalau diminta kembali ke Gedung Bundar.

Ini jelas sinyal gawat buat Novanto dan Riza. Kalau terbukti, keduanya terancam dijerat Pasal 15 UU Tindak Pidana Korupsi No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pasal itu berbunyi, "Setiap orang yang melakukan percobaan, pembantuan, atau pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana korupsi dipidana yang sama sebagaimana dimaksud Pasal 2, Pasal 3, Pasal 5."

Presiden pun gusar, bahkan marah, namanya dibawa-bawa untuk `mengemis` 20 persen saham PT Freeport. Menurut Presiden, ini menyangkut wibawa negara. 

R24/rno 
Untuk berbagi Berita/ Informasi/ Peristiwa
Silahkan SMS ke No HP : +62 853 2000 4928,
atau email ke alamat : redaksi.riau24@gmail.com
(harap cantumkan data diri anda).

Berita News24xx

Loading...
loading...

Komentar Anda (tidak mengandung SARA)

Nelivera
Minggu, 15 Oktober 2017 06:58 wib
LIVE BULL DI CF88 AYOKJOIN SEKARANG JUGA Minimal deposit hanya 50 ribu. ada bonus deposit 10% untuk member baru dan bonus deposit harian sebesar 5% ayo untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi CS kami di sini Terima kasih dan salam succecs Form Bolavita !!
Nama :
Komentar :
     

Berita Terbaru

  • Subscribe
    untuk mendapatkan berita terbaru